Logo Harian.news

Mentan Amran Sulaiman Ingatkan Pegawai Kementan Jauhi Korupsi

Editor : Andi Awal Tjoheng Kamis, 14 Desember 2023 15:28
Mentan Amran Sulaiman mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk menjauhi dan memerangi tindak pidana korupsi hingga ke akar-akarnya.||(Foto:Ist)
Mentan Amran Sulaiman mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk menjauhi dan memerangi tindak pidana korupsi hingga ke akar-akarnya.||(Foto:Ist)

Secara khusus, Mentan Amran meminta para pejabat eselon I untuk menjadi role model dalam sikap antikorupsi di lingkup kementan.

Mengenai hal ini, Mentan Amran yabgbjuga Ketha Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin, Makkassar mendorong Inspektorat Jenderal mengoptimalkan peran konsultansi (advisory) dan penjamin kualitas (quality assurance) terhadap kinerja sekretaris jenderal/direktur jenderal dan kepala badan.

Baca Juga : Mahasiswa Curhat Soal Pupuk Mahal, Mentan Amran Perintahkan Investigasi

“Saya minta para Pejabat Eselon I untuk menjadi teladan dalam sikap antikorupsi. Kenapa? Karena target swasembada kita sudah on the track. Kebutuhan pupuk nanti kita hitung tapi Alhamdulillah pak presiden sudah setuju. Pak jokowi memenuhi permintaan petani Indonesia,” katanya.

Tindak Korupsi Kecil Sampai Besar

Mentan Amran juga mengajak para pegawai di lingkup Kementan untuk menghindari korupsi kecil seperti datang terlambat saat menghadiri rapat, pulang di awal saat waktu kerja belum selesai hingga menerima sogokan atau gratifikasi sebagai korupsi besar.

Baca Juga : Mentan Amran Reformasi Tata Kelola Pupuk, Ribuan Distributor Bermasalah Dicabut Izinnya

Semangat anti korupsi harus terus berkobar dalam setiap benak pegawai Kementan sehingga betul-betul memberi pelayanan terbaik agar tidak menjadi bagian orang yang korupsi.

“Kepada seluruh ASN Kementan agar menjaga integritasnya. Hindari korupsi mulai dari korupsi kecil sampai korupsi besar. Korupsi kecil contohnya terlambat datang ke kantor, kemudian cepat pulang, lalu tiba di kantor tidak kerja dengan baik,” ungkapnya.

Mentan Amran pun bercerita bahwa dalam pengalaman hidupnya sewaktu bekerja di BUMN pernah menolak sogokan gratifikasi sebesar Rp200 juta, padahal waktu itu gaji bulanannya hanya Rp 250 ribu. Namun sogokan terebut ditolak karena hatinya tidak ingin kotor dengan merugikan banyak orang.

Baca Juga : Kabar Baik! Harga Ayam di Peternak Naik Jadi Rp19.500 per Kg

“Saya juga waktu di BUMN selama 15 tahun bekerja hanya satu kali terlambat 5 menit. Kenapa? Karena saya ingin menjaga integritas sebagai pelayan masyarakat,” katanya.

Untuk diketahui, Mentan Amran merupakan pejabat negara yang paling rutin melaporkan harta kekayaan LHKPN ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terkahir, harta kekayaan Mentan Amran hanya sebesar Rp 50 miliar.

“Saya tidak akan main-main apabila ada pejabat di kementan melakukan tindak pidana korupsi. Saya langsung copot karena itu menghianati bangsa dan negara,” cetusnya.

Baca Juga : Debat Swasembada Pangan, Farid Nilai Feri Amsari Abaikan Intervensi Pemerintah

Sementara itu, Plt Inspektur Jenderal Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan pencegahan korupsi harus dilakukan secara masal dengan cara membangun ekosistem anti korupsi di kementerian pertanian. Hal ini penting agar Kementan ke depannya mampu mewujudkan swasembada pangan.

“Saya berharap mulai dari sekarang dan mulai dari diri sendiri untuk memperkuat ekosistem anti korupsi di kementan sehingga swasembada pangan ada di tangan kita,” ucap Dedi. (**)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda