Logo Harian.news

Ngeluh tak Bisa Bayar Pengacara, SYL Minta Pemblokiran Rekeningnya Dibuka

Editor : Rasdianah Kamis, 06 Juni 2024 17:33
Karikatur Syahrul Yasin Limpo (Dodi/harian.news)
Karikatur Syahrul Yasin Limpo (Dodi/harian.news)

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sidang lanjutan kasus korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2024), meminta agar pemblokiran rekening pribadi atau istrinya dibuka.

“Saya mohon rekening saya atau rekening istri dibuka. Saya enggak bisa bayar ini, ini (pengacara) sudah mau tinggalkan saya semua. Saya enggak main-main ini,” tutur SYL di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, dikutip dari liputan6, Kamis (6/6/2024).

SYL mengaku tidak punya pekerjaan lain selain sebagai ASN berjabatan rendah. Kini dia menggantungkan hidupnya hanya dari upah sebagai pegawai negeri.

Baca Juga : Buntut Pengadaan Sapi Era SYL, KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Rp 800 Juta ke Firli

“Saya siap dengan segalanya. Mohon, saya pegawai negeri dari rendahan. Tidak pernah ada saya punya job lain selain ASN,” jelas dia.

SYL meminta majelis hakim dapat mempertimbangkan pembukaan rekeningnya dengan alasan kemanusiaan.

“Mohon dipertimbangkan khusus untuk hidup kami, khusus untuk membayar. Barang kali dapat pertimbangan kemanusiaan saja,” ucap SYL menandaskan.

Baca Juga : SYL Bela Diri di Persidangan

Sebagaimana diketahui, Jaksa telah mendakwa SYL dengan melakukan pemerasan terhadap anak buahnya sebesar Rp44,5 miliar selama periode 2020-2023 dan menerima suap sebanyak Rp 40 miliar perihal gratifikasi jabatan.

SYL disebut bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta, melakukan tindak pidana tersebut.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda