HARIAN.NEWS, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah menggodok rencana pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) lebih awal menjelang Idulfitri 2025.
Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan mudik secara lebih matang dan mengurangi lonjakan arus kendaraan selama musim libur Lebaran.
Baca Juga : April 2026 Sekolah Daring, Program MBG Apakah Tetap Berjalan? Ini Skema Terbaru
Pembahasan terkait kebijakan tersebut digelar dalam pertemuan antara Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, pada Jumat (24/1/2025) di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan.
Fokus utama diskusi adalah memastikan transportasi mudik berlangsung aman, nyaman, dan efisien.
“Kami melihat fenomena kepadatan arus mudik yang terus berulang setiap tahun. Dengan pembayaran THR yang lebih awal, masyarakat diharapkan memiliki fleksibilitas dalam memilih waktu perjalanan, sehingga beban puncak mudik dapat berkurang,” ujar Dudy pada Sabtu, 25 Januari 2025.
Baca Juga : Jembatan Belokallong Macet Total, Warga Tagih Janji Jembatan Kembar!
Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret hingga 1 April 2025 berdekatan dengan Hari Raya Nyepi pada 29 Maret. Kombinasi ini berpotensi menciptakan libur panjang yang memicu lonjakan aktivitas perjalanan masyarakat.
Strategi Pengurangan Kemacetan dan Lonjakan Pemudik
Menghadapi tantangan ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengelola arus mudik, termasuk:
Buffer Zone: Penyediaan zona penyangga di Pelabuhan Merak-Bakauheni guna meminimalisir antrian panjang.
Baca Juga : Ini Skema Kebijakan WFA 1 Hari dan Sekolah Daring Berlaku April 2026
Stabilisasi Tarif Pesawat: Optimalisasi terminal dan dukungan pada maskapai bertarif rendah untuk menjaga harga tiket tetap terjangkau.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

