HARIAN.NEWS, JENEPONTO – Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah yang tangguh terhadap bencana.
Langkah strategis ini terlihat dari pelaksanaan Lokakarya Awal Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana yang digelar di Hotel Binamu, Rabu (23/04/2024).
Acara yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto ini menjadi titik awal penting dalam menyusun peta risiko kebencanaan secara komprehensif.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Sampaikan Belasungkawa atas Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Tak main-main, Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, hadir langsung dan membuka secara resmi kegiatan tersebut.
“Ini bukan sekadar kumpulan kertas, tapi pijakan penting dalam mewujudkan pembangunan yang aman dan berkelanjutan. Kita tidak boleh reaktif, kita harus proaktif menghadapi potensi bencana,” tegas Paris Yasir dalam sambutannya.
Menurutnya, dokumen kajian risiko ini akan menjadi rujukan utama dalam berbagai rencana pembangunan daerah ke depan, agar setiap proyek pembangunan memperhatikan aspek keselamatan dan mitigasi risiko.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Paris Yasir Lantik Pejabat Baru, Fokus Penguatan ASN
Kepala Pelaksana BPBD Jeneponto, Andi Patappoi, turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun dokumen ini.
“Kita ingin identifikasi risiko bencana ini benar-benar akurat dan menyeluruh. Karena itu, kita libatkan berbagai pihak, mulai dari OPD, akademisi, hingga tokoh masyarakat,” jelasnya.
Andi Patappoi juga menyebutkan bahwa dokumen ini akan menjadi fondasi dalam penyusunan rencana kontinjensi dan kebijakan penanggulangan bencana lainnya.
Baca Juga : Bupati Paris Yasir: HAB Kemenag ke-80 Momen Evaluasi dan Penguatan Pengabdian
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
