HARIAN.NEWS, JENEPONTO – Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah yang tangguh terhadap bencana.
Langkah strategis ini terlihat dari pelaksanaan Lokakarya Awal Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana yang digelar di Hotel Binamu, Rabu (23/04/2024).
Baca Juga : Perkuat Akurasi Data Stunting, Pemkab Jeneponto Gelar Pelatihan untuk 1.528 Kader
Acara yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto ini menjadi titik awal penting dalam menyusun peta risiko kebencanaan secara komprehensif.
Tak main-main, Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, hadir langsung dan membuka secara resmi kegiatan tersebut.
“Ini bukan sekadar kumpulan kertas, tapi pijakan penting dalam mewujudkan pembangunan yang aman dan berkelanjutan. Kita tidak boleh reaktif, kita harus proaktif menghadapi potensi bencana,” tegas Paris Yasir dalam sambutannya.
Baca Juga : Tutup Celah Kecurangan, Bupati Jeneponto Tegaskan Transparansi Lewat Aplikasi SPMB dan Pakta Integritas
Menurutnya, dokumen kajian risiko ini akan menjadi rujukan utama dalam berbagai rencana pembangunan daerah ke depan, agar setiap proyek pembangunan memperhatikan aspek keselamatan dan mitigasi risiko.
Kepala Pelaksana BPBD Jeneponto, Andi Patappoi, turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun dokumen ini.
“Kita ingin identifikasi risiko bencana ini benar-benar akurat dan menyeluruh. Karena itu, kita libatkan berbagai pihak, mulai dari OPD, akademisi, hingga tokoh masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga : Jeneponto Raih Opini WTP Dua Tahun Berturut-turut, Bukti Transparansi Keuangan Daerah
Andi Patappoi juga menyebutkan bahwa dokumen ini akan menjadi fondasi dalam penyusunan rencana kontinjensi dan kebijakan penanggulangan bencana lainnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
