“Kita harus satu data, satu persepsi, agar saat bencana datang, kita sudah siap, bukan panik,” tambahnya.
Lokakarya ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, perwakilan perguruan tinggi, LSM, serta tokoh masyarakat.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan fokus pada pemetaan potensi bencana lokal seperti banjir, kekeringan, hingga tanah longsor yang kerap melanda wilayah Jeneponto.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Sampaikan Belasungkawa atas Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Pemkab Jeneponto berharap bisa lebih sigap dan tangguh menghadapi segala kemungkinan bencana di masa mendatang.
Keseriusan ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
