“Kita harus satu data, satu persepsi, agar saat bencana datang, kita sudah siap, bukan panik,” tambahnya.
Lokakarya ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, perwakilan perguruan tinggi, LSM, serta tokoh masyarakat.
Baca Juga : Perkuat Akurasi Data Stunting, Pemkab Jeneponto Gelar Pelatihan untuk 1.528 Kader
Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan fokus pada pemetaan potensi bencana lokal seperti banjir, kekeringan, hingga tanah longsor yang kerap melanda wilayah Jeneponto.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Pemkab Jeneponto berharap bisa lebih sigap dan tangguh menghadapi segala kemungkinan bencana di masa mendatang.
Keseriusan ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. ***
Baca Juga : Tutup Celah Kecurangan, Bupati Jeneponto Tegaskan Transparansi Lewat Aplikasi SPMB dan Pakta Integritas
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
