Ia menyadari bahwa dalam beberapa hari terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan. Namun, menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh.
“Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa pun, mau apa, Indonesia kuat,” tegasnya.
Baca Juga : Lipstik Effect: Ketika Rakyat Disuruh Tenang Soal Dolar, Dapur Rumah Pilih Bertahan Cara Sendiri
Prabowo mengingatkan bahwa indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi terkendali, dan stabilitas sistem keuangan masih dalam koridor yang sehat.
Koperasi Merah Putih: Benteng Ekonomi Desa
Acara utama di Nganjuk adalah peresmian operasionalisasi 1.061 koperasi desa/kelurahan yang diberi nama Koperasi Merah Putih.
Baca Juga : Menkop Ferry Dorong Kopdit Obor Mas NTT Jadi Kebanggaan Nasional
Program ini bertujuan untuk menggerakkan ekonomi desa, menyediakan akses permodalan, serta menyerap hasil pertanian dan perikanan warga. Dengan adanya koperasi, desa-desa diharapkan tidak bergantung pada fluktuasi pasar global, termasuk nilai tukar dolar.
Prabowo mengajak seluruh pemimpin daerah dan pejabat negara untuk fokus bekerja demi kepentingan rakyat, bukan larut dalam kekhawatiran yang tidak perlu.
“Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” pesannya.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 2026: Prabowo Tegaskan Transformasi Bangsa
Tenang, Kerja, dan Percaya
Pidato Prabowo di Nganjuk menjadi pengingat bahwa tidak semua gejolak global harus membuat panik. Bagi warga desa yang kesehariannya menggunakan rupiah untuk membeli beras, sayur, dan kebutuhan pokok, dolar bukanlah musuh utama.
Yang terpenting adalah ekonomi riil berjalan, ketahanan pangan terjaga, dan koperasi sebagai urat nadi desa benar-benar berfungsi.
Baca Juga : Prabowo Pulang ke RI Usai Kunjungan di Paris
Seperti kata Presiden: “Tenang aja.” ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
