Logo Harian.news

Prabowo ke Warga Desa: Jangan Pusing Dolar, Kalian Tak Pakai Dolar

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 17 Mei 2026 14:33
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam pidatonya, ia meminta warga desa tidak khawatir terhadap fluktuasi dolar. (tangkaplayar_IG@ferry.juliantono)
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam pidatonya, ia meminta warga desa tidak khawatir terhadap fluktuasi dolar. ([email protected])

Ia menyadari bahwa dalam beberapa hari terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan. Namun, menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh.

“Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa pun, mau apa, Indonesia kuat,” tegasnya.

Prabowo mengingatkan bahwa indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi terkendali, dan stabilitas sistem keuangan masih dalam koridor yang sehat.

Baca Juga : Prabowo: Saya Dekat dengan Petani karena HKTI dan Pengalaman Tempur

Koperasi Merah Putih: Benteng Ekonomi Desa

Acara utama di Nganjuk adalah peresmian operasionalisasi 1.061 koperasi desa/kelurahan yang diberi nama Koperasi Merah Putih.

Program ini bertujuan untuk menggerakkan ekonomi desa, menyediakan akses permodalan, serta menyerap hasil pertanian dan perikanan warga. Dengan adanya koperasi, desa-desa diharapkan tidak bergantung pada fluktuasi pasar global, termasuk nilai tukar dolar.

Baca Juga : Resmikan Museum Marsinah, Prabowo Minta TNI/Polri Koreksi Diri

Prabowo mengajak seluruh pemimpin daerah dan pejabat negara untuk fokus bekerja demi kepentingan rakyat, bukan larut dalam kekhawatiran yang tidak perlu.

“Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” pesannya.

Tenang, Kerja, dan Percaya

Baca Juga : 1.061 KDKMP Mulai Beroperasi, Prabowo: Desa Harus Jadi Fondasi Ekonomi

Pidato Prabowo di Nganjuk menjadi pengingat bahwa tidak semua gejolak global harus membuat panik. Bagi warga desa yang kesehariannya menggunakan rupiah untuk membeli beras, sayur, dan kebutuhan pokok, dolar bukanlah musuh utama.

Yang terpenting adalah ekonomi riil berjalan, ketahanan pangan terjaga, dan koperasi sebagai urat nadi desa benar-benar berfungsi.

Seperti kata Presiden: “Tenang aja.” ***

Baca Juga : Prabowo Berjoget Tabola Bale Bareng Warga Pulau Terluar

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda