Hal ini menunjukkan betapa istimewanya bulan Syaban dan amalan puasa di dalamnya. Selain itu, dalam kitab Nihayat al-Zain karya Syekh Nawawi al-Bantani, disebutkan bahwa puasa di bulan Syaban dapat menjadi sarana untuk meraih syafa’at Rasulullah SAW di hari kiamat.
Tata cara Puasa Nisfu Syaban tidak jauh berbeda dengan puasa sunnah lainnya.
Puasa ini diawali dengan melafalkan niat, baik di malam hari sebelum tidur atau di siang hari sebelum waktu Zuhur, selama belum makan atau minum.
Baca Juga : Nisfu Syaban, Malam Penuh Berkah dengan Banyak Sebutan
Bacaan niatnya adalah:
“Nawaitu shauma syahri sya’bana sunnatan lillahi ta’ala,” yang artinya, “Saya niat berpuasa di bulan Syaban, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Selama berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Momen ini menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika tiba waktu berbuka, disunnahkan untuk menyegerakan berbuka dan membaca doa buka puasa.
Baca Juga : Hidup Sehat ala Rasulullah SAW, Solusi Sederhana dan Terjangkau
Doa yang bisa dibaca adalah:
“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah,” atau “Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.”
Selain puasa, malam Nisfu Syaban juga sering dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan seperti pengajian, doa bersama, atau silaturahmi dengan keluarga dan tetangga.
Momen ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarumat Islam.
Baca Juga : Amalan-amalan Sunah Idulfitri: Poin 2 Sering Tertukar dengan Iduladha
Dengan mengetahui jadwal dan tata cara Puasa Nisfu Syaban, umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk meraih keberkahan dan pahala yang dijanjikan.
Semoga amalan ini dapat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih syafa’at Rasulullah SAW. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
