Logo Harian.news

RedNote, Alternatif TikTok yang Kini Jadi Populer di Amerika Serikat

Editor : Andi Awal Tjoheng Rabu, 15 Januari 2025 22:54
TikTok terancam diblokir di AS. RedNote, aplikasi asal China, hadir dengan fitur unik dan integrasi belanja online, kini jadi aplikasi nomor 1 di App Store dan siap jadi platform media sosial baru ||X@ChinaCoin
TikTok terancam diblokir di AS. RedNote, aplikasi asal China, hadir dengan fitur unik dan integrasi belanja online, kini jadi aplikasi nomor 1 di App Store dan siap jadi platform media sosial baru ||X@ChinaCoin

Mengenal RedNote, Media Sosial Plus E-Commerce

JAKARTA, HARIAN.NEWS – Menjelang potensi penghentian operasi TikTok di Amerika Serikat pada 19 Januari mendatang, aplikasi asal China lainnya, Xiaohongshu atau RedNote dalam bahasa Inggris, mulai mencuri perhatian.

Baca Juga : Akuisisi Tokopedia Bermasalah, TikTok Nusantara Tersandung Sanksi KPPU

RedNote kini menjadi aplikasi gratis teratas di App Store milik Apple di AS, menawarkan fitur dan pengalaman yang berbeda dari TikTok.

Apa Itu RedNote?
Diluncurkan pada 2013 dan berbasis di Shanghai, RedNote, yang berarti “buku merah kecil” dalam bahasa Mandarin, adalah platform media sosial yang memadukan konten video pendek, siaran langsung, dan fitur e-commerce.

Berbeda dengan TikTok yang fokus pada hiburan, RedNote menonjol dengan ulasan produk, tips gaya hidup, serta pengalaman pribadi penggunanya.

Baca Juga : Kisah Haru Vivin, Siswi Papua Sekolah Sambil Gendong Adik

Sebagian besar penggunanya berasal dari kalangan perempuan, menjadikan platform ini sebagai ruang digital untuk berbagi inspirasi kecantikan, mode, hingga perjalanan.

Dengan integrasi e-commerce yang kuat, pengguna tidak hanya bisa menemukan rekomendasi produk, tetapi juga membelinya langsung melalui aplikasi.

Popularitas ini membuat RedNote menjadi salah satu platform dengan pertumbuhan tercepat di China, dengan nilai perusahaan lebih dari USD 3 miliar.

Baca Juga : Lagu Gaun Merah Trending, Bikin Luka Lama Terbuka

Mengapa TikTok Terancam Dilarang di AS?
Kekhawatiran terkait keamanan data menjadi alasan utama potensi pelarangan TikTok. Para legislator di AS menilai kepemilikan ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di China, sebagai ancaman terhadap privasi dan keamanan nasional.

Mereka khawatir data pengguna TikTok dapat diminta oleh pemerintah China untuk kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan AS.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda