Logo Harian.news

Retak di Usia Belum Cukup Setahun, LPK Sulsel Dalami Pembangunan Rabat Beton di Dusun Mallasoro Jeneponto

Editor : Rasdianah Selasa, 04 Juni 2024 16:40
Salah satu pekerjaan pembangunan rabat beton di dusun Mallasoro 1 dengan anggaran Rp 121 Juta. Foto: ist
Salah satu pekerjaan pembangunan rabat beton di dusun Mallasoro 1 dengan anggaran Rp 121 Juta. Foto: ist

HARIAN.NEWS, JENEPONTO – Bidang Investigasi Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Sulawesi Selatan melakukan Pengumpulan bahan keterangan (PULBAKET) terkait beberapa pembangunan yang bersumber dari dana desa (DD) Tahun Anggaran 2022-2023 Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto provinsi Sulawesi Selatan.

Bidang Investigasi LPK Sulsel Sunar menyeutkan, salah satunya yang didalami adalah pengerjaan pembangunan rabat beton di dusun Mallasoro 1 yang meragukan kualitasnya, sebab telah retak di usia yang belum cukup setahun pasca pengerjaan.

“Pembangunan rabat beton tahun anggaran 2023 tersebut menelan anggaran Rp 121 Juta, karena kondisi retak ini diduga tidak sesuai dengan pedoman spesifikasi petunjuk teknis,” ujarnya saat dikonfirmasi harian.news, Selasa (4/6/2024).

Baca Juga : Pasca Rekomendasi DPP PKB, Azhar Optimis Kr Patta – Noer Alim Pimpin Jeneponto 2024-2029

Hal ini berdasarkan kondisi lapangan yang menjadi temuan dari LPK. Kondisi rabat beton justru telah retak di usia yang masih sangat muda pasca pengerjaan.

“Tak hanya itu, pembangunan rabat beton tahun anggaran 2022 yang menelan anggaran Rp 159 Juta, dan juga rehab yang ada di Dusun Kampung Berua kami diduga kuat tidak sesuai dengan pedoman petunjuk spesifikasi teknis,” ujarnya.

Sementara itu Kades Mallasoro Andi Rudi mengatakan jika pekerjaan tersebut sebelmunya telag diperiksa inspektorat, BPKP dan BPK.

Baca Juga : Breaking News: DPP PKB Terbitkan Rekomendasi untuk Kr Patta – Moh Noer Alim Bertarung di Jeneponto

“Jadi mengenai cor beton itu rusak karena genangan air, aspal saja rusak kalau digenangi air, cor beton yang jalan ke rumah nya pak Wakapolres Jeneponto itu retak karena tanahnya di situ tanah retak,” katanya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

“Baru lagi satu bulan sudah dikerja dilewati mobil truk, yang melewati muatannya makanya pak Waka suruh pasangi palang di situ,” lanjut Andi Rudi menjelaskan.

(ASWIN)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda