Wihaji menambahkan, program GENTING menjadi salah satu upaya untuk mempercepat intervensi bagi keluarga berisiko stunting, terutama di wilayah yang belum terjangkau program pemerintah.
Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan dalam berbagai bentuk, seperti dukungan nutrisi, penyediaan air bersih, edukasi keluarga, serta perbaikan lingkungan tempat tinggal.
Baca Juga : Bupati Gowa : Pramuka Adalah Laboratorium Terbaik Membina Karakter Generasi Muda menuju Kemandirian Bangsa
Wihaji menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
“Dalam konsep kita, kita tidak bisa kerja sendirian. Mesti pentahelix, melibatkan tidak hanya kementerian terkait, tetapi juga stakeholder terkait,” ucapnya.
Melalui GENTING Collaboration Summit 2026, Kemendukbangga/BKKBN juga memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BUMN, BUMD, korporasi, yayasan, media, serta berbagai mitra yang berkontribusi dalam program prioritas pembangunan keluarga dan kependudukan, termasuk percepatan penurunan stunting, pemberdayaan lansia, dan program lainnya.
Baca Juga : Bupati Gowa Harap Cabor Sepakbola Cetak Prestasi di Ajang Porprov, Bonus Menanti
“Kami mengapresiasi kepada seluruh orang tua asuh dan mitra yang telah berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan intervensi bagi keluarga berisiko stunting,” pungkasnya.
Penghargaan tersebut diwakilkan oleh Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud yang diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
