Logo Harian.news

HARIAN FIGUR

apt. Abd. Malik, S.Farm, M.Sc, P.hD, Nahkoda Baru KAHMI UMI: Dari Laboratorium Farmasi ke Panggung Pengabdian Umat

Editor : Andi Awal Tjoheng Kamis, 05 November 2026 20:37
Abd. Malik resmi dilantik sebagai Ketua Umum KAHMI UMI periode 2026–2031 ||(Kredit foto_handover)
Abd. Malik resmi dilantik sebagai Ketua Umum KAHMI UMI periode 2026–2031 ||(Kredit foto_handover)

Oleh: Dr. Abd Majid, M.Si, Kordinator Bidang Mahasisswa dan Olah Raga Kahmi UMI ( Dosen Komunikasi UMI)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Di tengah hiruk-pikuk pelantikan pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Muslim Indonesia (KAHMI UMI) 2026=2031 di Gedung Pascasarjana UMI, Kamis (5/11/2026), ada satu sosok yang menjadi pusat perhatian.

Baca Juga : UMI Jadi PTS Terbaik di Makassar Versi EduRank 2026

Ia bukan politisi yang gemar berpidato berapi-api. Ia bukan pula pengusaha yang datang dengan gemerlap kekayaan. Ia adalah seorang ilmuwan farmasi yang terbiasa bekerja dalam sunyi laboratorium, yang juga Dekan Farmasi 2022-2026 yang kini dipercaya menakhodai organisasi Korps Alumni Mahasiswa Islam periode 2026- 2031 di kampus Islam tertua dan terbesar di Indonesia Timur.

Dialah apt. Abd. Malik, S.Farm.,M.Sc., Ph.D. Ketua Umum KAHMI UMI yang baru dilantik.

Bagi yang mengenalnya, penunjukan Malik bukanlah kejutan. Ia adalah potret langka dari gabungan tiga dunia: akademisi, profesional farmasi, dan aktivis keumatan. Gelar apoteker, magister sains, hingga doktor yang disandangnya bukan sekadar deretan gelar akademik. Itu adalah jejak panjang dari dari UMI, UGM dan Universitas Copenhagen Denmark, seseorang yang percaya bahwa ilmu harus berbuah manfaat.

Baca Juga : Halal bi Halal UMI Dirangkaikan Premiere Film “TEKAD”, Angkat Perjuangan Anak Tempuh Pendidikan

“Jabatan ini bukan kehormatan, ini amanah. KAHMI bukan tempat mencari nama, tapi tempat memberi makna,” ujar Malik dalam sambutannya yang singkat namun menghentak, disambut tepuk tangan sekitar ratusan peserta yang hadir dari kalangan alumni, akademisi, pemerintah, BAZNAS, organisasi masyarakat, dan dunia usaha.

Dari Obat untuk Tubuh, Menuju Obat untuk Bangsa

Malik sering menganalogikan perannya sebagai apoteker dengan perannya sebagai pemimpin organisasi.

Baca Juga : UMI Satu-Satunya PTS di Indonesia Timur Resmi Menjadi Universitas Pengelola KNB Scholarship 2026

Seorang apoteker, kata dia, tidak boleh salah meracik obat. Satu miligram yang keliru bisa berdampak fatal. Demikian pula seorang pemimpin organisasi. Satu kebijakan yang keliru bisa membuat organisasi kehilangan arah.

“Saya terbiasa meneliti, menguji, dan memastikan. Dalam organisasi pun begitu. Kita tidak boleh bekerja dengan asumsi. Kita harus bekerja dengan data, dengan program yang terukur, dan dengan keikhlasan,” tuturnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda