Logo Harian.news

Sejarah Hari Ibu, dari Kongres Perempuan I hingga Tuntutan Persamaan Hak

Editor : Andi Awal Tjoheng Jumat, 22 Desember 2023 12:51
Selamat Hari Ibu 22 Desember 2023 ||Foto:bing_creatorbyandiawaltjoheng
Selamat Hari Ibu 22 Desember 2023 ||Foto:bing_creatorbyandiawaltjoheng
APERSI

HARIAN.NEWS – Hari Ibu Nasional, yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, menjadi momen penting untuk menghormati dan menghargai peran luar biasa yang dimainkan oleh Ibu dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Sejarah Hari Ibu tidak dapat dilepaskan dari perjuangan gigih kaum perempuan dalam merebut kemerdekaan dan memperjuangkan hak-hak setiap perempuan di Indonesia.

Baca Juga : Ucapan Hari Ibu untuk Kaum Ibu di Pengungsian

Berdasarkan berbagai sumber, akar perayaan ini merujuk pada Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 22-25 Desember 1928 di Gedung Dalem Jayadipuran, yang kini menjadi kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl. Brigjen Katamso, Kota Yogyakarta.

Kongres Perempuan Indonesia I dihadiri oleh sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Perempuan-perempuan ini bersatu untuk melawan penjajah dan terinspirasi oleh perjuangan wanita pada abad ke-19.

Tujuan utama Kongres Perempuan Indonesia I adalah mempersatukan cita-cita dan usaha dalam memajukan peran serta wanita Indonesia.

Baca Juga : Refleksi Hari Ibu, Taruna Ikrar Kepala BPOM RI: Warisan Cinta Ibu yang Hidup di Setiap Sel Anak Bernama Mitokondria

Isu-isu penting dibahas termasuk pendidikan anak perempuan, perkawinan anak, kawin paksa, permasalahan perceraian, dan peran wanita yang terkadang terpinggirkan.

Kongres ini melahirkan dua hal besar yang memberikan dampak signifikan bagi kehidupan perempuan Indonesia.

Pertama, munculnya keinginan untuk membentuk organisasi yang solid dengan hadirnya “Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI)”.

Baca Juga : Hari Ibu ke-96, PJ Sekda Makassar Komitmen Pencegahan Kekerasan Anak di Ranah Daring

Kedua, melahirkan tiga mosi yang merujuk pada kemajuan perempuan, termasuk tuntutan penambahan sekolah rendah untuk perempuan, perbaikan aturan dalam pernikahan, dan perbaikan aturan mengenai dukungan bagi janda dan anak yatim.

Perjuangan perempuan Indonesia tidak berhenti di situ, dengan kongres lanjutan seperti Kongres Perempuan II, III, dan IV. Kongres Perempuan III di Bandung pada 23-27 Juli 1938 menyoroti pembahasan mengenai tuntutan persamaan hak dan harga antara pria dan wanita.

Perjalanan panjang ini menjadi bagian integral dari peringatan Hari Ibu, mengingatkan kita pada peran penting perempuan dalam membentuk masa depan yang lebih adil dan setara.***

Baca Juga : Hari Ibu, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu dan Pengasuhan Positif Bagi Anak

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda