Dari penelusuran harian.news yang dihimpun dari beberapa sumber diketahui dominan pihak yang memiliki tanah di area Danau Mawang adalah pengusaha dan tokoh yang punya pengaruh.
Nama H.Haeruddin Sagga ( pemilik Perumahan Pallangga Mas), Hasnah Cuppa ( pengusaha Jakarta asli Gowa ), H.Bachtiar dan Ernest ( pengusaha / politisi) diketahui telah mengantongi Sertifikat.
Ernest, pengusaha keturunan yang tinggal di Gowa lewat ponselnya menyatakan area tanah yang dikuasainya itu seluas 6000/M2.
Baca Juga : Konflik Agraria PT Inhutani vs Warga di 7 Desa dan Kelurahan di Gowa Belum Usai
” Saya timbun kembali karena volume air di Danau Mawang terus meluap, artinya lahan saya wajib saya selamatkan,” ujar mantan Legislator DPRD Gowa ini.
Dirinya juga heran kenapa pihak luar hanya menyorot dirinya,” selain saya masih ada beberapa orang yang mengantongi sertifikat di sekitar Danau Mawang, mereka juga punya alas hak,” tegas Ernest.
Ungkapan Ernest ternyata dibenarkan beberapa pihak,” informasi yang didapatkan pihak yang memiliki lahan di area Danau Mawang karena mereka membeli dari mantan Camat di masa lalu, Beliau bertugas di Kecamatan Bontomarannu,” ujar Hasanuddin salah satu warga Gowa.
Baca Juga : BPN Gowa Akui Konflik Tanah PTPN versus Warga Masih Jamak
Hasanuddin menambahkan dirinya mendengar beberapa pihak masih menunggu terbitnya sertifikat dari Kantor Pertanahan Gowa.
” Proses permohonan penertiban sertifikat di area Danau Mawang masih berlangsung di kantor BPN Gowa, tentu perlu langkah tepat untuk menyelamatkan situs bersejarah tersebut,” ungkap Hasanuddin.
Informasi Hasanuddin makin menambah kekhawatiran publik Gowa akan kondisi Danau Mawang yang kian tergerus .
Baca Juga : Cucu Andi Pangerang Pettarani Wafat, Keluarga Salokoa, Paccallayya dan Rumpun Borongloe Berduka
” Semoga Pemkab Gowa dan DPRD serta semua pemerhati sejarah dan budaya untuk langkah penyelamatan area Danau Mawang dari konspirasi para mafia,” ungkap Baharuddin Ngaung salah satu pemerhati budaya Gowa.
Sementara persoalan penimbunan yang dilakukan salah satu pengusaha Gowa di area Danau Mawang sementara dihentikan setelah pihak Polres Gowa turun tangan .
” Apapun dasarnya, penyelamatan area harus jadi langkah utama karena Danau Mawang adalah bagian dari butki sejarah kebesaran Gowa masa lalu serta omzet untuk menjadi area wisata,” kunci Baharuddin sore tadi (26/10). ***
Baca Juga : Bupati Gowa Apresiasi DLH di Beautiful Malino 2025
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
