HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 78 miliar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat, khususnya untuk anak-anak dan lansia.
Namun, menurut Pj Gubernur Sulsel, Prof Fadjry Djufry, dana tersebut masih jauh dari kebutuhan sebenarnya. Ia menjelaskan bahwa selain dana dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi juga diminta berkontribusi, begitu pula pemerintah kabupaten dan kota.
“Kabupaten dan kota diharapkan ikut mengalokasikan anggaran untuk mensukseskan program ini. Saat ini program sudah mulai berjalan, tetapi kontribusi tambahan sangat diperlukan agar cakupan program dapat maksimal,” ujarnya, Kamis (23/1/2025).
Baca Juga : Awal Tahun dengan Nurani, Taruna Ikrar Menanam Pohon dan Memastikan Obat Aman bagi Masyarakat
Selain program makan bergizi gratis, Prof. Fadjry juga menyoroti program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang baru saja diluncurkan oleh Presiden. Program ini bertujuan untuk menyisir kesehatan seluruh masyarakat, mulai dari balita, remaja, hingga lansia, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin di sekolah setiap bulan.
Ia menekankan bahwa meskipun sudah ada anggaran kesehatan, pemerintah daerah perlu menyisihkan sebagian untuk mendukung program ini.
“Program ini merupakan bagian dari target besar Presiden, yaitu Asta Cita, yang harus diselesaikan secara bersama-sama,” ujarnya.
Baca Juga : Soal Usulan “Power Rangers” jadi Sopir Mobil MBG
“Oleh karena itu, sinergi antara gubernur, bupati, dan wali kota menjadi kunci keberhasilan. Alokasi anggaran yang cukup akan sangat menentukan kesuksesan program ini,” pungkasnya.
Prof Fadjry Djufry juga mengatakan, meskipun masih banyak tantangan, pemerintah terus berupaya mewujudkan pelayanan kesehatan dan gizi yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
PENULIS: NURSINTA
Baca Juga : Manfaat MBG Mulai Terasa, Tantangan Tak Bisa Diabaikan
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
