Oleh : Nasran Mone
HARIAN.NEWS – Warung Rp.2000, sungguh sungguh mengejutkan saya, ketika anak saya H. Hendra Gunawan dan Ulfiah, ber inisiatif menjual makanan Rp.2000 di hari jum’at kala itu.
Tentunya saya sebagai orang tua penting untuk memberikan dukungan, namun sebelumnya saya banyak bertanya terlebih dahulu, tentang niat dan apa yang menginspirasi sehingga mau berbuat menjual makanan (nasi+lauk) seharga 2000, jawabnya.
Baca Juga : Sekwan Dahyal Terima Mantan Legislator Kembalikan Mobil Dinas ke DPRD Makassar
“Saya juga bingung pa’, tiba-tiba saja saya mau buat kegiatan jum’at berkah dengan menjual nasi 2000, mungkin karna pengaruh liat liat di tik tok, medsos kegiatan jum’at berkah yang orang bagi-bagi nasi dos di jalan dan lain lain, sehingga saja spontan juga saya mau berbuat dan bersepakat saya dengan Ulfiah..Ayo deh KITA UBAH NIAT DENGAN AKSI..maka mulailah jualan.
Pada minggu ke dua di hari jum’at mulailah saya ikut terlibat, tapi ada beberapa yang saya revisi.. antara lain.. Jum’at berkah di ubah menjadi warung 2000, tidak mencantumkan lagi ada bahasa berkah, karna ke berkahan itu kita belum tahu seperti apa.. cukup di tulis..

Baca Juga : Siap Koalisi dengan Demokrat, Politisi Golkar Nasran Mone Pastikan Maju Pilkada Gowa
WARUNG 2000 SETIAP HARI JUM’AT, UBAH NIAT JADI AKSI, inilah yang menjadi Tagline tetap. Selain itu saya dan H.Hendra berdiskusi tentang jawaban dari banyak pertanyaan..”kenapa tidak sekalian gratis, kenapa mesti diberi harga 2000, ???.. jawabnya, kami tidak ingin gratiskan karna kami ingin sama sama punyai nilai pada posisi status sosial kita masing masing.. ada nilai beli dan ada nilai jual, hal ini saya anggap cukup manusiawi, dan sama sama saling memanusiakan manusia, selain itu juga uang dua ribu cukup mudah didapatkan dan berkeyakinan uang 2000 itu ada pada setiap orang, ada juga filosofinya dua..yaitu.. JANGAN SELALU INGAT KEBAIKANMU TERHADAP ORANG LAIN, TAPI INGAT SELALU KEBAIKAN ORANG LAIN TERHADAP DIRIMU…. JANGAN SELALU INGAT KEJAHATAN ORANG LAIN TERHADAP DIRIMU, TAPI INGAT SELALU KEJAHATANMU TERHADAP ORANG LAIN (A’ suluki rua, antamaki rua), kira kira seperti inilah sehingga diberi harga 2000, dengan sajian masakan yang enak serta terjamin kebersihannya agar makanan itu nikmat di makan, menjadi gizi dalam tubuh pada setiap pembeli dan penikmatnya.

Setelah berjalan selama 4 minggu di hari jum’at, hal yang sulit terjawab, adalah ada ada saja orang yang ingin juga ikut berpartisi dan bertanya seperti apa caranya, kami jelaskan, bahwa ini kegiatan keluarga kami yang sumber pen dana an nya, urungan sekeluarga, awal nya hanya dapat menjual 100 box, dan akhirnya setiap minggu bertambah jumlah jualan.. hingga minggu ke tujuh sudah mencapai 600 box yang terjual, karna tingkat pembelian semakin besar pula dari berbagai kalangan, pemulung, tukang sampah, ojol, anak sekolah, kos kosan, bentor dan kuli bangunan datang membeli dan akhirnya sulit saya tidak menerima yang datang ke rumah di jalan. Andi Tonro 4 no 22 Makassar membawa par tisipasinya, karna niat ingin juga terlibat, baik sebagai volunteer membantu proses menyiapkan makanan dan melayani masyarakat yg dtg membeli serta adapula 2-3 orang sahabat yang ber donasi.
Baca Juga : Respon Pernyataan NH, Nasran Mone Nilai TP Layak Maju Pilgub Sulsel
Maaf sampai disini saja dulu ulasan saya, karna semakin menulis, semakin AIR MATA MENETES, saya selalu ber Do’a. Ya Allah, ampunilah dosa dosa ke dua orang tua saya, masukkanlah ke dalam Surgamu, berikanlah saya kesehatan, kekuatan dan murahkan rezki kami bersama, anak anak saya sekeluarga dan sahabat sahabat saya.
Aamnin..
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
