Figur publik memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara masyarakat memandang suatu profesi.
Ketika profesi wartawan direndahkan, kepercayaan publik terhadap media juga berisiko ikut tergerus. Padahal, di tengah derasnya arus disinformasi, masyarakat justru membutuhkan jurnalisme yang kuat, profesional, dan kredibel.
Baca Juga : Nanik S Deyang, Febrie Adriansyah, Hotman Paris, Sakit
Polemik semacam ini juga sebaiknya tidak berkembang menjadi drama berkepanjangan yang menyita perhatian publik.
Energi semua pihak akan jauh lebih bermanfaat jika diarahkan pada isu-isu yang lebih substansial, seperti penguatan kebebasan pers, peningkatan kualitas jurnalistik, perlindungan terhadap jurnalis, serta pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
Perdebatan yang berlarut-larut hanya berisiko mengaburkan persoalan yang lebih penting bagi kepentingan publik.
Baca Juga : Moralitas Harus Berjalan Seiring dengan Tata Kelola yang Baik
Damai memang merupakan akhir yang baik bagi sebuah konflik, tetapi perdamaian tidak boleh menjadi alasan untuk melupakan pentingnya etika berkomunikasi dan penghormatan terhadap profesi.
Menghormati wartawan bukan berarti menempatkan mereka di atas kritik, melainkan menghargai kerja intelektual, integritas, dan pengabdian yang melahirkan informasi yang dapat dipercaya.
Sebab, tanpa jurnalisme yang dihormati, yang pada akhirnya paling dirugikan bukan hanya para jurnalis, melainkan masyarakat yang kehilangan akses terhadap informasi yang akurat dan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. ***
Baca Juga : Pengacara Kondang Hotman Paris Diduga Rendahkan Wartawan
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
