Dan bagi mereka yang dengan sengaja merekayasa foto orang lain, perlu ada satu kesadaran yang ditanamkan Bahwa setiap gambar yang Anda manipulasi adalah hidup seseorang yang Anda sentuh. Setiap editan yang Anda buat adalah kemungkinan luka yang Anda ciptakan. Setiap klik “publish” adalah keputusan moral yang akan Anda pertanggungjawabkan—bukan hanya di hadapan hukum, tetapi juga di hadapan nurani Anda sendiri. Karena pada hakikatnya yang membuat manusia tetap manusia bukanlah kecerdasannya, tetapi kemampuannya untuk merasa. Untuk menahan diri. Untuk tidak melakukan sesuatu meski ia bisa melakukannya.
Dunia digital telah memberi kita kekuasaan yang besar. Kita bisa menciptakan, mengubah, dan menyebarkan hampir apa saja. Tetapi kekuasaan tanpa kendali selalu berakhir pada kerusakan. Dan hari ini, kita melihatnya dengan jelas kebenaran menjadi rapuh, realitas menjadi cair, dan manusia menjadi korban dari permainan persepsi.
Baca Juga : Pemerintah Kabupaten Gowa Jangan Hanya Menjadi Penonton dalam Pengawasan SPPG
Mungkin kita tidak bisa menghentikan semua kebohongan. Mungkin kita tidak bisa mengontrol semua orang. Tetapi kita masih bisa memilih satu hal yang paling penting, yakni tidak menjadi bagian dari kebohongan itu sendiri. Tidak ikut menyebarkan. Tidak ikut mempercayai tanpa berpikir. Tidak ikut menikmati penderitaan orang lain sebagai hiburan.
Karena dunia ini tidak runtuh oleh satu kebohongan besar, tetapi oleh jutaan kebiasaan kecil yang membiarkan kebohongan tumbuh tanpa perlawanan. Dan rekayasa foto yang tampak sepele bagi sebagian orang adalah salah satu bentuk kebohongan yang paling halus sekaligus paling mematikan.
Kita perlu kembali pada hal yang paling sederhana, yakni kejujuran. Bukan kejujuran yang besar dan heroik, tetapi kejujuran kecil dalam setiap tindakan. Tidak mengambil yang bukan milik kita. Tidak mengubah yang bukan hak kita. Tidak menyebarkan yang tidak kita pahami. Karena sebuah wajah bukan sekadar gambar. Ia adalah kehidupan yang utuh.
Baca Juga : EL Nino Menyapa ? Sudah Siapkah Indonesia
Dan ketika kita mencurinya dari kebenaran, lalu mengubahnya menjadi kebohongan, maka yang kita hancurkan bukan hanya satu orang melainkan juga sedikit demi sedikit, kemanusiaan kita sendiri. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
