“13 bidang ini bukan sekadar struktur. Ini adalah 13 jalan untuk berkhidmat. Jika satu bidang bergerak, ia akan menggerakkan bidang lainnya,” ujar Malik.
Menyambung Diskusi Kebangsaan
Baca Juga : UMI Jadi PTS Terbaik di Makassar Versi EduRank 2026
Pelantikan Malik dirangkaikan dengan Diskusi Kebangsaan bertema “Peran KAHMI UMI dalam Penguatan Gerakan Zakat Menuju Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional.” Bagi Malik, tema ini adalah panggilan pertama bagi kepemimpinannya.
Ia menyatakan komitmen penuh untuk menjadikan KAHMI UMI sebagai mitra strategis BAZNAS Kota Makassar dan Pemkot Makassar. Menurutnya, zakat adalah instrumen yang paling dekat dengan visi KAHMI: keadilan sosial dan pemberdayaan umat.
“Jika zakat dikelola dengan ilmu, dengan data, dan dengan amanah, Makassar bukan hanya akan menjadi Kota Filantropi, tapi juga kota yang masyarakatnya sejahtera secara spiritual dan material,” katanya.
Baca Juga : Halal bi Halal UMI Dirangkaikan Premiere Film “TEKAD”, Angkat Perjuangan Anak Tempuh Pendidikan
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang hadir sebagai keynote speaker, menyambut baik semangat baru ini. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, M.A., dan Guru Besar Ekonomi UMI, Prof. Dr. Mansyur Ramly, juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan kepemimpinan baru KAHMI UMI adalah momentum yang tepat.
Nahkoda yang Rendah Hati
Di balik program-program besar itu, Malik tetap tampil sebagai sosok yang sederhana. Ia lebih suka mendengarkan daripada berbicara. Lebih suka bekerja daripada mengklaim.
Baca Juga : UMI Satu-Satunya PTS di Indonesia Timur Resmi Menjadi Universitas Pengelola KNB Scholarship 2026
Rekan-rekannya menggambarkannya sebagai pemimpin yang teliti, tenang, dan solutif. Ia tidak marah ketika dikritik, justru mencatat dan memperbaiki. Ia tidak silau dengan jabatan, justru merasa semakin berat tanggung jawabnya.
Kini, amanah itu telah berada di pundaknya. 13 bidang telah dirancang. Ratusan peserta telah menyaksikan pelantikannya, kota Makassar menunggu bukti.
Dari laboratorium farmasi, Abd. Malik kini menakhodai kapal besar bernama KAHMI Majelis Rayon UMI. Kapal itu tidak akan berlayar untuk dirinya sendiri. Ia akan berlayar bersama Puluhan Alumni pilihan dan kepengurusan untuk umat, untuk Makassar, dan untuk Indonesia. ***
Baca Juga : UMI Keluarkan Maklumat Moral Pasca Demo Makassar, Ingatkan Mahasiswa Tak Terprovokasi
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
