
apt. Abd. Malik, S.Farm.,M.Sc., Ph.D. Ketua Umum KAHMI UMI ||(Kredit foto_handover)
Kelima, Bidang Advokasi dan Penegakan Hukum. KAHMI UMI akan hadir memberikan bantuan hukum bagi masyarakat kecil yang terzalimi. “Keadilan tidak boleh hanya milik yang mampu membayar pengacara,” tegas Malik.
Baca Juga : UMI Jadi PTS Terbaik di Makassar Versi EduRank 2026
Keenam, Bidang Bina Kemahasiswaan dan Olahraga. Malik percaya kaderisasi harus dimulai sejak mahasiswa. Ia menyiapkan mentoring, kompetisi, dan pembinaan olahraga sebagai sarana membangun karakter.
Ketujuh, Bidang Bisnis dan Kewirausahaan. Inilah yang paling ditunggu. Malik ingin alumni UMI tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja. Inkubator bisnis, pelatihan UMKM, dan akses permodalan akan dibuka.
Kedelapan, Bidang Kesejahteraan dan Pendayagunaan Organisasi. Organisasi harus mensejahterakan anggotanya. Koperasi alumni, dana solidaritas, dan database alumni akan dibangun.
Baca Juga : Halal bi Halal UMI Dirangkaikan Premiere Film “TEKAD”, Angkat Perjuangan Anak Tempuh Pendidikan
Kesembilan, Bidang Seni dan Budaya. Malik meyakini dakwah juga bisa lewat seni. Musik, sastra, dan budaya Bugis-Makassar yang Islami akan dihidupkan.
Kesepuluh, Bidang Promosi dan Pemberdayaan Kader. Kader yang berprestasi akan dipromosikan dan diberi panggung.
Kesebelas, Bidang Hubungan Antar Lembaga. Jaringan KAHMI UMI akan diperluas ke pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, dan organisasi masyarakat.
Baca Juga : UMI Satu-Satunya PTS di Indonesia Timur Resmi Menjadi Universitas Pengelola KNB Scholarship 2026
Kedua belas, Bidang Informasi dan Komunikasi. Di era digital, KAHMI UMI harus hadir di media sosial dengan konten yang mencerahkan, bukan memecah belah.
Ketiga belas, Bidang Penerbitan dan Publikasi. Buku, jurnal, dan majalah alumni akan diterbitkan sebagai warisan intelektual.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
