“Sesuai rencana, kami memulai gelombang evakuasi utama hari ini, sekitar 20 menit setelah serangan yang naas itu. Bus berangkat dari stasiun Bushehr menuju perbatasan Iran-Armenia. Tepatnya 198 orang—gelombang evakuasi terbesar—berada di dalam bus,” kata Alexei Likhachev.
Rosatom menyatakan, proses evakuasi sebenarnya sudah direncanakan sebelum serangan terjadi. Langkah evakuasi telah dilakukan sejak konflik AS-Israel dengan Iran dimulai.
Baca Juga : Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz jika Blokade Laut AS Terus Berlanjut
Adapun pembangkit listrik Bushehr merupakan satu-satunya fasilitas nuklir aktif di Iran. Lokasinya berada di kota Bushehr dengan populasi sekitar 250.000 penduduk. Wilayah ini juga dikenal sebagai pusat industri dan militer penting di Iran
Selain Bushehr, serangan pada hari yang sama juga menyasar wilayah Khuzestan di Iran selatan. Beberapa pabrik petrokimia di kawasan tersebut dilaporkan terkena dampak serangan. Setidaknya lima orang mengalami luka-luka.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
