Dampak negatifnya, hal ini mengurangi kewibawaan serta membuat rakyat meragukan kemampuan dan kepemimpinannya.
Keprofesionalan juga akan dipertanyakan. Dan dikhawatirkan akan mengganggu fokus.
Berpikir teduh dan visioner akan memberikan energi positif bagi bangsa. Bagaimana menjadi lebih tenang, bijak dan jernih, memfokuskan pikiran dan menghilangkan gangguan.
Baca Juga : Isra Mikraj dan Persatuan yang Kita Lupa, Diuji oleh Ego
Memproses informasi dan membuat keputusan membutuhkan kesabaran yang terlatih agar adil, berkarakter dan lebih komprehensif dengan mempertimbangkan semua aspek.
Kemampuan melihat sudut pandang yang berbeda adalah sebuah keharusan dan dibutuhkan jam terbang. Inilah kunci agar visi menghapus berbagai persoalan bangsa bisa teratasi sedikit demi sedikit.
Tujuan membuat keputusan strategis dapat tercapai. Tidak terprovokasi oleh kalimat para pembenci atau yang mengtasnamakan pemerhati dan akademisi.
Baca Juga : Transparansi Sulsel Ditengah Krisis Keterbukaan Informasi Publik
Karena tidak hanya memberi teladan, namun juga sebagai bentuk pertanggungjawaban diri kepada rakyat atas kepercayaan yang diberikan.
Ibarat kata semua yang diperlihatkan, diucapkan merupakan sebuah gestur politik sehingga tetap menjadikan tempat bersandar rakyat yang tak terbantahkan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
