HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja dengan keterampilan praktis, Career Center Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Kelas Karir Pelatihan Barista, Senin (21/10) di Aula LPMPP Unhas. Pelatihan ini bertema “Menjadi Barista Profesional: Seni dan Ilmu di Balik Secangkir Kopi” dan bertujuan untuk memperkenalkan serta melatih mahasiswa yang tertarik menekuni industri kopi.
Pelatihan ini menghadirkan Try Mulya Lestary, S.Tr.Par, seorang instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Pangkep, yang memiliki pengalaman bekerja sebagai barista di Bali dan Makassar. Dalam sesi pelatihan, Try membagikan ilmunya mengenai berbagai aspek profesi barista, mulai dari keterampilan menyeduh kopi hingga pentingnya hospitality dalam pelayanan pelanggan.
Baca Juga : 13 Tahun Mengajar di Unhas, Mentan Amran Bantu Mahasiswa Yatim Piatu
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Career Center Unhas, Burhan Kadir, SS, MA, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan keterampilan tambahan bagi mahasiswa dan alumni Unhas. Menurut Burhan, keterampilan ini akan memberi nilai tambah bagi mereka yang ingin bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Career Center hadir untuk menyediakan berbagai program yang membekali mahasiswa dan alumni dengan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Alumni Unhas harus mandiri dan memiliki soft skill agar siap menghadapi dunia kerja,” ungkap Burhan.
Selama pelatihan, Try Mulya Lestary menjelaskan bahwa menjadi seorang barista tidak hanya tentang membuat kopi, tetapi juga tentang memiliki keterampilan komunikasi yang baik, kemampuan multitasking, serta kepemimpinan dalam bekerja sama dengan tim. Ia juga menekankan pentingnya memahami visi dan misi dalam industri kopi.
Baca Juga : Dari Kampus ke Industri: UNHAS dan UNM Siap Wujudkan Ekosistem Inovasi ABG Gagasan Kepala BPOM Taruna Ikrar
“Profesi barista bukan hanya soal menyeduh kopi. Seorang barista harus memahami konsep hospitality atau keramahtamahan, serta mampu berinteraksi dengan pelanggan. Pelayanan yang baik menjadi kunci utama dalam industri ini,” jelas Try.
Pelatihan tidak hanya berupa teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktikkan teknik manual brew. Para peserta diajarkan cara menyeduh kopi secara manual agar menghasilkan rasa kopi yang optimal, sekaligus mengenal seni dan teknik di balik penyeduhan kopi.
Pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari para mahasiswa. Salah satu peserta, Muhammad Fadlulrahman Imran, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut membuka wawasannya tentang profesi barista.
Baca Juga : IKA Unhas Peduli: Andi Amran Sulaiman Donasikan Rp1 Miliar dari Dana Pribadi untuk Anak Yatim
“Saya baru sadar, ternyata menjadi barista sangat berbeda dengan sekadar membuat kopi di warung. Banyak aspek yang harus dipelajari,” ujarnya dengan semangat.
Dengan adanya pelatihan ini, Career Center Unhas berharap dapat membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan yang relevan dengan industri, sehingga mereka siap memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang lebih lengkap.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

