HARIAN.NEWS,MAKASSAR – DFK adalah tentang disinformasi, fitnah dan kebencian. Dan merupakan sebuah indikator seseorang itu cerdas dan sulit diprovokasi atau sebaliknya.
Apabila Anda masuk kategori kadar DFK tinggi, berarti ada yang harus disesuaikan agar tidak terpancing dan gampang terhasut.
Baca Juga : Tidak Apa-apa Kalah, yang Penting Ingat Pulang
Faktanya, rata-rata IQ orang Indonesia rendah. Mudah tersulut emosi merupakan ciri awal. Namun bukan berarti tidak bisa berubah menjadi lebih pintar.
Terus belajar, menggali lewat bacaan dan menambah wawasan, berdiskusi dengan pakar merupakan langkah solutif.
Kemampuan menalar dan cenderung bereaksi cepat atas kalimat-kalimat yang menyesatkan di medsos menjadi keseharian.
Baca Juga : Demokrasi di Antara Demagogi dan Pedagogi
Dan jawaban balasan pun spontan bersifat permukaan, senada tentang kebencian, “toxic reply”. Mental popcorn, meledaknya cepat redanya juga cepat.
Jangan biarkan suara bising opini orang lain menenggelamkan.
Ada tuntutan untuk lebih terbuka dan bijak dalam mencerna setiap kejadian atau informasi di dunia maya. Bahwa ada yang lebih besar tak tersentuh oleh nalar masyarakat awam yang harus diketahui.
Baca Juga : Tenaga KDMP dan KNMP untuk Mencetak Kader Pembangunan Bukan Korban Kelalaian
Tentang ketersediaan sumber daya alam, sumber daya manusia seperti apa pengelolaan dan dampaknya. Perekonomian dan sistem perbankkan semakin berkembang berkaitan dengan investasi yang cocok dengan iklim dan situasi kekinian.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
