Logo Harian.news

Gibran Disebut Bukan Cawapres Representasi Anak Muda, tapi Karena Anak Presiden

Editor : Rasdianah Jumat, 03 November 2023 22:33
Presiden RI Jokowi, bersama putranya Gibran Rakabuming Raka. Foto: ist
Presiden RI Jokowi, bersama putranya Gibran Rakabuming Raka. Foto: ist
APERSI

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio atau akrab disapa Hensat menyebut Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo Subianto tidak memerlukan kajian akademis atas fenomena anak muda berpolitik.

“Dia bukan sebagai anak muda, Gibran anak presiden. Itu poin utamanya. Cukup gunakan fenomena biologis untuk menjelaskan hal ini,” ujarnya dikutip dari Obrolan Balkon Liputan6, Jumat (3/11/2023).

Baca Juga : Aklamasi! Menlu Sugiono Jadi Ketum IPSI 2026-2030 Gantikan Prabowo

Kembali Hensat menegaskan, bukan karena umur, melainkan putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang maju ke Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 disaat ayahnya menjadi presiden.

“Lantas apakah hal ini melanggar undang-undang? Kan tidak, usai Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan,” ujarnya.

Dia mengingat pada tahun 1967, saat Presiden Soeharto menjadi seorang presiden. Saat itu juga tidak melanggar undang-undang yang berlaku, namun akhirnya Indonesia merasakan kediktatorannya selama 32 tahun.

Baca Juga : Pemerintah Sesuaikan Jadwal Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Seminggu

“Oleh karena itu dengan semangat reformasi, rakyat menolak adanya nepotisme. Dan pada hari ini saya menolak frasa Gibran anak muda. Dia anak presiden,” jelasnya.

Founder lembaga survei KedaiKopi Hendri Satrio menambahkan, jika berandai andai setelah lima tahun Gibran menjadi wakil Prabowo dan lalu pada 2029 maju nyapres dan mungkin menang, lalu ada lagi peraturan yang diubah apakah penambahan periode atau adiknya Kaesang maju nyapres.

“Bagaimana jika ini terjadi?” ujarnya.

Baca Juga : Perkuat Poros Asia Timur, Presiden Prabowo Kunjungi Jepang dan Korea Selatan

Ia kembali menegaskan, masalah Gibran saat ini bukan karena posisinya sebagai anak muda, tetapi praktik nepotisme yang seharusnya tidak boleh terulang kembali di Indonesia.

“Ini bukan soal kesetaraan anak muda. Kesetaraan usia dengan kesetaraan sebagai anak presiden terlalu menonjol. Saya bicara mengenai privilege seorang Gibran di Pilpres 2024.”

“Kesaktian Gibran adalah ia anaknya presiden. Tak heran jika Golkar pun rela meninggalkan jagoannya demi memilih Gibran. Kesaktian Gibran adalah ia pintar dalam memilih bapak,” tutup Hensat dengan santai.

Baca Juga : Prabowo Tegaskan Lanjutkan Makan Bergizi Gratis: Dana dari Efisiensi!

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda