Logo Harian.news

Hutan Punah, Sulsel Diambang Bencana

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 07 Desember 2025 19:00
Kondisi puncak gunung di semua desa di Tompobulu yang sudah gundul ||yoz@harian.news
Kondisi puncak gunung di semua desa di Tompobulu yang sudah gundul ||[email protected]
APERSI

HARIAN.NEWS,GOWA – Nyaris punah, demikian kondisi hutan di kawasan Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang kali ini

Pembalakan hutan secara sporadis, kebijakan yang mengeluarkan kawasan hutan menjadi area pemukiman dan industri serta gagalnya instansi terkait khususnya departemen kehutanan menjaga kawasan menjadi bagian dari potret buruknya empati akan kelestariannya.

Baca Juga : Skandal Kavling di Hutan Pinus Malino, Siapa Dalangnya?

Sumatera hari ini menjadi potret akan bukti nyata dampak dari keserakahan dan nafsu hanya mengejar keuntungan materi semata.

Ribuan korban nyawa, kondisi pemukiman warga porak poranda, kehilangan harta dan ternak yang angkanya sangat mencengangkan menyajikan nestapa bagi anak negeri, sekaligus menjadi beban baru pemerintah.
Bencana Sumatera hari ini malah bisa dikatakan sebuah rusaknya Peradaban manusia akibat ulah segelintir orang karena ambisi keserakahan.

Borok akan penyebab bencana alam yang melulu lantahkan peradaban di Sumatera dipastikan karena penebangan hutan secara sporadis, walaupun beberapa pihak hendak mengaburkan penyebab utama akan kedatangan bencana namun alam sendiri yang menjawabnya.

Baca Juga : Pemerintah Sinjai Dukung Kepastian Hukum Tanah melalui Program PPTPKH-TORA

Sumatera kini dilanda prahara bernama bencana alam, dan ini duka untuk seluruh anak bangsa, duka untuk Republik.

Ketika sikap keprihatinan dan kepedulian terus berdatangan dari semua penjuru negeri, pada sisi lain rasa was was dan kekhawatiran juga melanda warga Sulsel.

Laporan beberapa LSM dan kabar dari hasil investigasi media menyebutkan hutan di kawasan Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang kini terancam punah.

Kondisi ini sudah masuk kondisi parah namun upaya penanganan dari pihak terkait untuk menjaga area hutan seakan buta. Ratusan hektar area hutan di dua kawasan pegunungan tersebut secara nyata terus digerus namun dari data yang dihimpun khususnya dari informasi media sama sekali tidak ada.

Mapparessa Daeng Tutu, salah satu tokoh senior Kabupaten Gowa berharap adanya langkah cepat untuk menjaga hutan yang tersisa.

” Semoga harapan kami yang sudah pensiun ini masih didengar bagi yunior kami di pemerintahan di semua instansi, mari menjaga dan menyelamatkan daerah kita,” harap H.Mapparessa.

Sedangkan Dg Hamma, salah satu warga kecamatan Tompobulu mengungkapkan kondisi puncak gunung di semua desa di Tompobulu sudah gundul.

” Hanya tersisa area hutan Rappoala dan desa Rappolemba, itu pun sekarang mulai ditambah dan juga kini terancam punah,” ungkap Dg Ramma.

Naufal dari Forum Peduli Pembangun Daerah ( FPPD) Sulsel yang juga merupakan aktivis lingkungan hidup Gowa menyatakan kondisi Sulsel juga memang rawan terkena bencana.

” Kalau langkah antisipasi abai dilakukan, maka apa yang menimpa saudara kita di Sumatera juga bisa terjadi di Sulsel, tragedi di Sumatera adalah pesan hikmah untuk kita semua,” ungkap Nauval, pada Sabtu malam, 6 Desember 2025.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda