– Kurs UKA Tengah: Rata-rata antara kurs jual dan kurs beli. Contohnya, 1 Dolar AS = Rp 16.259.
2. Kurs Transaksi
Kurs transaksi adalah nilai tukar yang digunakan dalam berbagai transaksi internasional, seperti transfer dana atau pembayaran lintas negara. Bank menetapkan kurs ini dengan mempertimbangkan nilai tukar yang berlaku di pasar.
Baca Juga : Rupiah Lemah, Prabowo Percaya Purbaya
– Kurs Transaksi Jual: Kurs yang dikenakan bank ketika menjual mata uang asing kepada nasabah. Contohnya, 1 Dolar AS = Rp 16.340.
– Kurs Transaksi Beli: Kurs yang diterapkan bank saat membeli mata uang asing dari nasabah. Contohnya, 1 Dolar AS = Rp 16.177.
– Kurs Transaksi Tengah: Rata-rata antara kurs transaksi jual dan kurs transaksi beli. Contohnya, 1 Dolar AS = Rp 16.259.
Baca Juga : Ramai Ucapan Prabowo Sebut di Desa Gak Pakai Dolar
3. Kurs JISDOR
Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) adalah kurs referensi USD/IDR yang diterbitkan oleh Bank Indonesia berdasarkan transaksi antarbank di pasar valuta asing domestik.
JISDOR sering digunakan sebagai acuan dalam berbagai transaksi resmi dan pengambilan kebijakan moneter. Contohnya, 1 Dolar AS = Rp 16.312.
Baca Juga : Rupiah Loyo
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Dolar AS Terhadap Rupiah
Nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah tidak statis dan selalu berubah-ubah. Perubahan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk:
1. Neraca Pembayaran
Jika Indonesia mengalami defisit neraca pembayaran, permintaan terhadap Dolar AS meningkat, sehingga nilai Dolar menguat terhadap Rupiah. Sebaliknya, jika terjadi surplus, pasokan Dolar melimpah, membuat Rupiah cenderung menguat.
Baca Juga : Kurs Dolar AS vs Rupiah 2025: Fakta di Balik Kesalahan Google
2. Inflasi
Inflasi yang tinggi melemahkan daya beli Rupiah, sementara inflasi yang terkendali membantu Rupiah tetap stabil atau bahkan menguat.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
