Logo Harian.news

Heboh Nilai Tukar Dolar AS Rp 8.170,65

Istilah Penting dalam Kurs Mata Uang Asing yang Harus Anda Ketahui

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 02 Februari 2025 18:07
Heboh nilai tukar 1 Dolar AS mendadak jadi Rp 8 ribu ||ilustrasi@localfestid
Heboh nilai tukar 1 Dolar AS mendadak jadi Rp 8 ribu ||ilustrasi@localfestid

Kurs UKA Tengah: Rata-rata antara kurs jual dan kurs beli. Contohnya, 1 Dolar AS = Rp 16.259.

2. Kurs Transaksi

Baca Juga : Rupiah Melemah, Harga BBM Pertamax Naik

Kurs transaksi adalah nilai tukar yang digunakan dalam berbagai transaksi internasional, seperti transfer dana atau pembayaran lintas negara. Bank menetapkan kurs ini dengan mempertimbangkan nilai tukar yang berlaku di pasar.

Kurs Transaksi Jual: Kurs yang dikenakan bank ketika menjual mata uang asing kepada nasabah. Contohnya, 1 Dolar AS = Rp 16.340.

Kurs Transaksi Beli: Kurs yang diterapkan bank saat membeli mata uang asing dari nasabah. Contohnya, 1 Dolar AS = Rp 16.177.

Baca Juga : Mahasiswa Jawa Tengah Gaungkan Reformasi Jilid 2

Kurs Transaksi Tengah: Rata-rata antara kurs transaksi jual dan kurs transaksi beli. Contohnya, 1 Dolar AS = Rp 16.259.

3. Kurs JISDOR

Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) adalah kurs referensi USD/IDR yang diterbitkan oleh Bank Indonesia berdasarkan transaksi antarbank di pasar valuta asing domestik.

Baca Juga : Prabowo dan Kunjungan ke Luar Negeri

JISDOR sering digunakan sebagai acuan dalam berbagai transaksi resmi dan pengambilan kebijakan moneter. Contohnya, 1 Dolar AS = Rp 16.312.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Dolar AS Terhadap Rupiah

Nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah tidak statis dan selalu berubah-ubah. Perubahan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk:

Baca Juga : Rupiah Lemah, Prabowo Percaya Purbaya

1. Neraca Pembayaran
Jika Indonesia mengalami defisit neraca pembayaran, permintaan terhadap Dolar AS meningkat, sehingga nilai Dolar menguat terhadap Rupiah. Sebaliknya, jika terjadi surplus, pasokan Dolar melimpah, membuat Rupiah cenderung menguat.

2. Inflasi
Inflasi yang tinggi melemahkan daya beli Rupiah, sementara inflasi yang terkendali membantu Rupiah tetap stabil atau bahkan menguat.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda