Logo Harian.news

HARIAN GOWA

Jaga Jejak Jati Diri, Bupati Gowa Resmi Buka Sekolah Sinrilik Angkatan Pertama

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 03 Mei 2026 19:23
Jaga Jejak Jati Diri, Bupati Gowa Resmi Buka Sekolah Sinrilik Angkatan Pertama   || (ho_yoz)
Jaga Jejak Jati Diri, Bupati Gowa Resmi Buka Sekolah Sinrilik Angkatan Pertama || (ho_yoz)

HARIAN.NEWS, GOWA – Langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya tak benda sekaligus menyiapkan generasi penerus tradisi tutur sinrilik mulai diwujudkan Pemerintah Kabupaten Gowa. Upaya ini menjadi sangat penting mengingat jumlah penutur dan penguasaan tradisi tersebut kian terbatas, sementara tantangan perubahan zaman dan arus perkembangan teknologi terus berjalan pesat.

Tonggak sejarah pelestarian itu ditandai dengan peresmian pembukaan Sekolah Sinrilik Angkatan I yang digelar di Sanggar Bakti Antara Nusantara, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, pada Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah utama dalam menyalurkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi lisan khas masyarakat Gowa tersebut.

Baca Juga : Bupati Gowa Keluar dari Sidang Hak Angket Setelah Permintaan Ditolak Pansus

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dalam sambutannya menegaskan bahwa sinrilik memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam membentuk karakter warga sekaligus memelihara ingatan kolektif masyarakat setempat. Tradisi ini bukan sekadar seni tutur, melainkan cerminan identitas yang telah diwariskan turun-temurun.

“Sinrilik adalah pustaka berjalan yang menyimpan berbagai catatan sejarah, kisah kepahlawanan, hingga pedoman etika dan tata cara hidup orang Gowa. Jika tradisi ini punah dan hilang, maka sama saja kita membiarkan jejak jati diri dan perjalanan hidup leluhur kita turut lenyap,” tegas Bupati Husniah.

Ia menambahkan, kehadiran sekolah ini merupakan jawaban atas dua tantangan utama yang dihadapi saat ini: semakin sedikitnya jumlah orang yang menguasai dan fasih menyampaikan sinrilik atau yang kerap disebut passinrilik, serta berkurangnya minat generasi muda untuk mempelajarinya di tengah gempuran kemajuan dunia digital.

Baca Juga : Bupati Husniah: LP2B Jadi Fondasi Investasi dan Ketahanan Pangan

“Sekolah Sinrilik ini hadir bukan hanya sekadar tempat belajar menghafal atau menyampaikan syair, melainkan ruang yang memadukan penguasaan teknik penyampaian, pemahaman makna mendalam di balik setiap tuturan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman—tanpa pernah meninggalkan kaidah dan pakem yang telah ada,” jelasnya.

Untuk itu, Bupati Husniah mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian warisan ini. Ia berharap para peserta angkatan pertama ini dapat menjadi ujung tombak pelestarian budaya.

“Semoga seluruh peserta yang mengikuti pendidikan di angkatan pertama ini kelak menjadi penjaga nyala budaya yang tangguh. Kalianlah yang akan membawa sinrilik kembali dikenal luas, hadir di lingkungan sekolah, tampil di berbagai panggung budaya, hingga menyebarkan nilainya ke ruang lingkup yang lebih luas lagi,” harapnya.

Baca Juga : Pemkab Gowa Beri Lampu Hijau, DPD Wahdah Islamiyah Siap ke Muktamar V Jakarta

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda