Xi Jinping Perintahkan Investigasi Besar-Besaran
Presiden Xi Jinping langsung merespons tragedi tersebut dengan memerintahkan operasi penyelamatan besar-besaran.
Baca Juga : Prabowo Tetap Terbang ke China saat Demo Masih Marak
Pemerintah pusat China mengirim enam tim penyelamat nasional yang terdiri dari 345 personel berpengalaman untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban.
Xi Jinping juga meminta investigasi menyeluruh dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan gas yang menjadi salah satu kecelakaan tambang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini. Kita wajib mencegah terjadinya kecelakaan berskala besar di masa depan,” kata Xi seperti dikutip Al Jazeera.
Baca Juga : Perubahan Moral dan Hukum di Era Xi Jinping, Pakaian dan Bicara di Tiongkok di Bawah Sorotan
Pihak berwenang China bahkan dilaporkan telah menahan sejumlah perwakilan perusahaan pengelola tambang guna mempermudah proses penyelidikan.
Tambang Liushenyu Punya Rekam Jejak Buruk
Tambang Liushenyu diketahui berada di bawah pengelolaan Shanxi Tongzhou Coal & Coke Group, salah satu perusahaan batu bara besar di Provinsi Shanxi.
Tambang tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 1,2 juta ton batu bara per tahun dan menjadi bagian penting dari industri energi China.
Namun di balik kapasitas produksinya yang besar, perusahaan tersebut ternyata memiliki rekam jejak buruk terkait keselamatan kerja.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
