HARIAN.NEWS, JAKARTA – Menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri 2025, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Operasi Pasar Pangan Murah.
Program ini ditujukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat.
Baca Juga : Masjid Rp1 Triliun Wakaf Amran Sulaiman Tutup Kubah, Siap Digunakan Umat Paling Lambat 2027
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa bahan pokok yang disediakan dalam operasi pasar ini hanya untuk konsumsi langsung, bukan untuk diperjualbelikan kembali.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Oleh karena itu, pembelian harus sesuai kebutuhan, bukan untuk spekulasi atau dijual kembali,” kata Mentan Amran dalam peluncuran program di Kantor Pos Flora Jakarta, Senin (24/2/2025).
Kolaborasi BUMN Pangan dan PT Pos Indonesia
Baca Juga : Mentan Amran: 160 Juta Petani dan Peternak Suplai Program MBG
Operasi Pasar Pangan Murah digelar di 4.500 gerai PT Pos Indonesia dengan melibatkan BUMN pangan seperti Perum Bulog, PT RNI, dan PTPN.
Bahan pokok yang disediakan dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sebagai upaya menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Lebaran.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional.
Baca Juga : Mentan Amran: Percepat Lima Strategi Utama Mitigasi Kekeringan Hadapi El Nino
Sistem Pembelian Terkendali untuk Hindari Penimbunan
Untuk mencegah penyalahgunaan, PT Pos Indonesia menerapkan sistem pembelian berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
