HARIAN.NEWS — Siapa bilang perempuan itu lemah? Di tengah kemacetan jalan Antang Raya, Makassar, seorang perempuan membuktikan bahwa ketangguhan tidak mengenal gender.
“Inne nake jadi padorong-dorong oto kuat tonji , (Ini saya bisa dorong mobil, kuat juga), “seperti itulah kira-kira yang ada di pikirannya dalam logat Makassar.
Perempuan tidak selalu bisa memutuskan musik kehidupan yang dia suka, tapi dia bisa memilih berdansa bersama musik yang ada.
Baca Juga : PHI Hadirkan Promo Wedding, Room, dan Ramadan Spesial di HoRe Expo PHRI 2026
Kejadian ini berlangsung di bulan Ramadan, saat angkutan umum yang saya tumpangi di daerah Antang Raya, tiba-tiba mogok akibat mesin yang terlalu panas. Sopir berusaha menyalakan kembali kendaraan, namun mesin tetap tak mau menyala.
Saat sebagian penumpang mulai gelisah, tanpa ragu, seorang perempuan yang ternyata istri sopir turun dari mobil.
Kebetulan istri sopir ikut duduk di depan sebelah kiri. Dengan gerak cepat (gercep) dia turun dan ikut dorong. Aha! berhasil, mobilpun berbunyi kembali.
Baca Juga : Munafri Arifuddin: Hari Ini Makassar Posisi Siaga
Betapa kuatnya istri pejuang rupiah ini. Tanpa ragu tanpa malu sigap membantu. Tidak sanggup menyaksikan realitas, sementara diluar sana terlalu banyak kita jumpai dimana-mana orang berebut bahkan begitu tega terkadang menjadi serigala terhadap mahluk lain.
Hidup adalah ujian kesabaran sesuai yang diamanatkan dalam Quran.
“Bersabarlah atas apa yang menimpamu”. Kalam Ilahi yang menenangkan batin. Tidak terlalu mempengaruhi emosi berlebihku yang merupakan kelemahanku. Sering larut dalam situasi situasi tertentu, hidup terus berjalan.
Baca Juga : Kolaborasi Internasional, Makassar Tetapkan Langkah Menuju Kota Nol Karbon
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
