Semua perempuan dimuka bumi pasti pernah mengalami satu kondisi yang tidak pernah terbayangkan menimpa. Dihadapkan oleh situasi yang memaksa melakukan hal yang dia tidak dia inginkan, darurat dan harus diselesaikan.
Mereka juga ingin dimanjakan, dielu-elukan, disanjung dan dirayu oleh kalimat romantis bak pujangga oleh pasangan atau kekasih hatinya.
Baca Juga : Resmi Dibuka, Taro Waterpark Makassar Tawarkan Wisata Edukasi Anak
Melelah hatinya jika dibuatkan puisi, apalagi dengan kalimat yang mengaduk perasaan. Karya puitis bisa disimak, betapa mengharu biru.
“Ketika ia berkata bisakah kita saling mencintai. Kamu berkata, tentu. Kau boleh mengalir disela-sela butir darahku, keluar masuk dinding-dinding sel di tubuhku. Tapi jangan sekali-kali kamu pura-pura bertanya kapan boleh pergi. Atau seenaknya melupakan percintaan ini. Sampai huruf terakhir sajak ini kaulah yang harus bertanggung jawab atas air mataku”.
Manusiawi perasaan manusia kadang naik kadang turun memang seperti itu faktanya.
Baca Juga : Trotoar Makassar Belum Inklusif, Dikuasai PKL dan Parkir Liar
Semoga ibadah puasa hari ini kita diberkahi kekuatan dan semangat menjalankan shaum dengan segala cerita seru. Wallahu a’lam bish shawab ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

