Ia adalah “imam besar” dalam pengertian paling manusiawi—yang menangis bersama, bukan hanya mengajar dari atas mimbar.
Bagi kami di Indonesia, kenangan akan Paus Fransiskus tak hanya melekat di kutipan dan doa, tapi dalam perjuangan lintas iman yang ia ilhami.
Baca Juga : Robert Prevost dari AS Terpilih Jadi Paus Leo XIV
Ia adalah sahabat spiritual bangsa ini—yang pernah menginjakkan kaki secara fisik di tanah air kami, dan menapakkan kasihnya dalam setiap pidato, ensiklik, dan gestur kerendahan hatinya.
Kami, keluarga besar PGI, menyampaikan belasungkawa terdalam kepada seluruh umat Katolik di Indonesia dan dunia. Kami berdoa agar warisan iman, pengharapan, dan cinta kasih Paus Fransiskus terus menyala, bukan sebagai monumen masa lalu, tetapi sebagai gerakan hidup: Fratelli Tutti, kita semua bersaudara.
Duka ini adalah duka bersama. Tapi dari duka yang dalam, bangkitlah cinta yang lebih dalam.
Baca Juga : Di Tengah Pemakaman Paus Fransiskus, Trump-Zelenskyy Diskusikan Perang Ukraina
Selamat jalan, Paus Fransiskus.
Kau telah menyelesaikan pertandingan dengan indah. Kini dunia mengenangmu, bukan hanya sebagai Paus, tetapi sebagai manusia seutuhnya. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
