HARIAN.NEWS, GOWA – Satu tahun sudah Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (KME) di Kabupaten Gowa berjalan. Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memastikan arah kebijakannya tetap konsisten. Bukan sekadar janji, komitmen itu dibuktikan lewat aksi nyata di lapangan.
Pada Selasa (28/4/2026), Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo Selatan, menjadi saksi. Di sini, Pemkab Gowa bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) meresmikan bantuan bedah rumah. Tak berhenti di situ, bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis juga digelar.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa keberlanjutan program adalah segalanya.
Baca Juga : Bupati Gowa Sampaikan Duka Mendalam Kepergian Mantan Camat Bontonompo Periode 2006-2008
“Kami memastikan setelah berjalan satu tahun, program pengentasan kemiskinan ekstrem ini tetap konsisten dan terjaga. Fokus kami adalah menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Mengapa Bedah Rumah Jadi Prioritas?
Menurut Husniah Talenrang, perbaikan rumah bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah langkah awal yang memberi efek berantai.
Baca Juga : Bupati Gowa dan BBWS Pompengan Jeneberang Atensi Pengembangan Danau Mawang
“Bedah rumah ini menyentuh kebutuhan paling mendasar. Ketika masyarakat memiliki hunian yang layak, rasa aman meningkat dan itu berpengaruh langsung pada kesehatan serta kemampuan mereka untuk beraktivitas dengan lebih baik,” tambahnya.
Dengan kata lain, rumah layak = sehat = produktif. Satu paket yang tak terpisahkan dalam memutus rantai kemiskinan.
Kolaborasi Kunci Percepatan Dampak
Baca Juga : 3 Jam Diskusi, Bupati Bersama BBWS Pompengan Sepakat Bersinergi Membangun Gowa
Husniah Talenrang juga membuka ruang seluas-luasnya bagi sinergi lintas sektor.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Sinergi dengan BSI menunjukkan bahwa kerja bersama mampu menghadirkan dampak yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” tegasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
