Logo Harian.news

Siap-Siap! Bantuan Beras Mulai Disalurkan Bulan Ini, Siapa Saja Penerimanya?

Stimulus Fiskal Juni-Juli 2025: Pertanian Jadi Andalan Ekonomi Nasional

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 03 Juni 2025 11:42
Menkeu Sri Mulyani, Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul,Mentan Amran Sulaiman, dan Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, resmi meluncurkan lima paket insentif stimulus ekonomi Juni-Juli 2025 ||tangkaplayar_instagram@kemensosri
Menkeu Sri Mulyani, Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul,Mentan Amran Sulaiman, dan Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, resmi meluncurkan lima paket insentif stimulus ekonomi Juni-Juli 2025 ||tangkaplayar_instagram@kemensosri
APERSI

Lebih lanjut Mentan Amran mengatakan untuk tetap menjaga NTP, strategi penyaluran akan difokuskan pada: daerah non-produsen beras seperti Papua dan Maluku, wilayah perkotaan besar yang tidak memproduksi beras dan daerah penghasil beras dengan harga pasar yang sudah melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP), khususnya di Pulau Jawa.

“Ini strategi kita lakukan untuk menjaga harga di tingkat petani tetap baik juga di tingkat konsumen juga tetap baik sekali lagi alhamdulillah sekarang sektor pertanian pertumbuhan NTP nya cukup baik dan stok kita cukup aman,” sebut Mentan Amran

Baca Juga : Mentan Amran: 160 Juta Petani dan Peternak Suplai Program MBG

Selain itu Mentan juga menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun terakhir, melampaui capaian tahun 1984 sebesar 3 juta ton.

Dengan ketersediaan stok yang kuat, pemerintah optimistis bantuan sosial dapat disalurkan tanpa tekanan terhadap pasar.

“Stok kita cukup aman karena yang kita akan keluarkan hanya 360 ribu ton dan kemungkinan bulan ini serapannya bisa 400 hingga 500 ribu ton.Artinya, cadangan tetap aman dan harga di tingkat petani tetap terjaga,” pungkas Mentan Amran.

Baca Juga : Mentan Amran: Percepat Lima Strategi Utama Mitigasi Kekeringan Hadapi El Nino

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, stimulus ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun dari luar APBN, dengan fokus pada penguatan sektor-sektor produktif, termasuk pertanian.

“Kami telah melakukan rapat terbatas untuk membahas mengenai kebijakan ekonomi dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi dan meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sri Mulyani pada kesempatan yang sama.

Ia juga menyampaikan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi global mengalami revisi ke bawah akibat eskalasi ketegangan geopolitik.

Baca Juga : Ketahanan Pangan Bukan Slogan Politik

“Tadinya pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan 3,3 persen, namun karena risiko global meningkat, proyeksi itu melemah menjadi 2,8 persen,” pungkas Sri Mulyani.***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda