Logo Harian.news

Tambang Nikel Ancam Raja Ampat

Surga Terakhir di Bumi Dikoyak, Komitmen Hijau Goyah

Editor : Andi Awal Tjoheng Jumat, 13 Juni 2025 07:32
Raja Ampat Papua ||imeldaparrenas@pinterest
Raja Ampat Papua ||imeldaparrenas@pinterest
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Raja Ampat yang terletak di Provinsi Papua Barat dikenal dengan “Surga Terakhir di Bumi” karena memiliki keindahan bawah laut yang luar biasa.

Rumah bagi ribuan spesies ikan dan 75 % terumbu karang dunia tumbuh di sana.

Baca Juga : Ketika Kekerasan Menjadi Bahasa Politik, Kata-Kata Pun Menjadi Ancaman Nyata

Aktivitas penambangan nikel secara masif yang dilakukan beberapa perusahaan dikhawatirkan menyebabkan ekosistem laut terkoyak dan menggoyangkan keseimbangan. Komitmen hijau Pemerintah dipertanyakan.

Pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia sangat normatif. Kementerian ESDM akan mengevaluasi izin usaha pertambangan sejumlah perusahaan di wilayah tersebut dan melakukan penghentian sementara.

Kalimat yang tidak meyakinkan serta tidak menghadirkan ketenangan di tengah kekhawatiran, sangat dangkal bahkan hanya menyentuh permukaan.

Baca Juga : Polemik Haji 2026 : Kebijakan Ada Tapi Ketenangan Jemaah Masih Dipertanyakan

Aktivitas pertambangan ini sarat dengan kepentingan. Perencanaan kedepan minim, tidak brilian, dangkal, hanya memikirkan bagaimana mengeruk sumber daya alam demi keuntungan dan kepentingan ego segelintir orang dan melupakan prinsip pembangunan keberlanjutan.

Tidak pernah ada daya upaya yang terbersit bahwa Raja Ampat adalah aset dan harus diselamatkan tanpa syarat. Di mata dunia hanya itu pesona menakjubkan Indonesia yang tersisa.

Diprediksi dalam jangka panjang, penambangan ini dapat mengakibatkan kerusakan permanen dan menggoyahkan kepercayaan dunia terhadap komitmen hijau Indonesia, jika pemerintah tidak turun tangan.

Baca Juga : Swasembada untuk Siapa? Ketika Petani Batang Jeneponto Gagal Panen karena Kekeringan

Di satu sisi kita tidak menampik fakta yang terjadi akibat kebijakan dimasa lalu dituai disaat sekarang. Yang semakin membuat geram adalah hiperealitas dibuat oleh AI.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : IGA KUMARIMURTI DIWIA (PEMRED HARIAN.NEWS)

Follow Social Media Kami

KomentarAnda