Logo Harian.news

Tambang Nikel Ancam Raja Ampat

Surga Terakhir di Bumi Dikoyak, Komitmen Hijau Goyah

Editor : Andi Awal Tjoheng Jumat, 13 Juni 2025 07:32
Raja Ampat Papua ||imeldaparrenas@pinterest
Raja Ampat Papua ||imeldaparrenas@pinterest

Riuh protes masyarakat akhirnya sedikit membuahkan hasil. Presiden Prabowo, telah mengumumkan pencabutan izin empat perusahaan tambang nikel yang beroperasi di wilayah tersebut, sebagai upaya penyelamatan kawasan konservasi nasional yang kritis.

Bukan hanya pencabutan izin saja,
pemerintah diminta untuk melakukan audit dan pemulihan terhadap dampak kerusakan lingkungan yang telah terjadi, serta memastikan reklamasi dan restorasi ekosistem berjalan sesuai standar.

Baca Juga : Lipstik Effect: Ketika Rakyat Disuruh Tenang Soal Dolar, Dapur Rumah Pilih Bertahan Cara Sendiri

Pemerintah pusat perlu mengawasi kebijakan tata ruang dan investasi di daerah, khususnya di wilayah-wilayah konservasi, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pemerintah harus memastikan pengakuan dan perlindungan terhadap wilayah adat serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya secara lestari.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan dan konsisten bahwa perlindungan lingkungan di Raja Ampat bukan sekadar wacana, melainkan prioritas nyata pemerintah. ***

Baca Juga : Foto Prabowo dan Teddy Berlatar Menara Eiffel Jadi Sorotan

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : IGA KUMARIMURTI DIWIA (PEMRED HARIAN.NEWS)

Follow Social Media Kami

KomentarAnda