“Kami adalah masa lalu, dan mereka adalah masa depan. Sebagai abdi negara, kalian wajib mendukung pemerintahan baru demi kemajuan Gowa,” pesannya.
Setelah acara resmi berakhir, ratusan pejabat daerah berbondong-bondong memberikan salam perpisahan kepada Adnan dan Abdul Rauf.
Keduanya kemudian diarak menuju Aula Kantor Bupati sebelum akhirnya berpulang ke rumah jabatan dengan iringan ribuan warga.
Baca Juga : Pasca Kebakaran RSUD Syekh Yusuf, Bupati Gowa Pastikan Layanan Kesehatan Berjalan Normal
Sepanjang perjalanan menuju rumah jabatan yang hanya berjarak sekitar 300 meter, mobil terbuka yang ditumpangi Adnan, Abdul Rauf, serta Ketua PKK Gowa Priska Paramita Adnan berjalan perlahan di tengah lautan masyarakat yang ingin menyampaikan salam perpisahan.
Perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu beberapa menit pun berubah menjadi lebih dari satu jam akibat antusiasme warga.
Anggota DPRD Sulsel, Anzar Saenal Bate, yang turut hadir dalam prosesi tersebut mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi bukti betapa kuatnya hubungan seorang pemimpin dengan masyarakatnya.
Baca Juga : Komitmen Tekan Kemiskinan dan Stunting, Gowa Raih Penghargaan dari Kemendagri
“Siapa pun yang memimpin Gowa, jika dekat dengan rakyatnya dan memberikan kontribusi nyata, akan selalu dicintai oleh masyarakat,” ujarnya.
Dengan penuh haru, Adnan dan Abdul Rauf mengakhiri masa kepemimpinannya dengan ungkapan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Gowa.
Mereka berharap agar pemerintahan selanjutnya dapat terus membawa Kabupaten Gowa ke arah yang lebih baik. ***
Baca Juga : Wabup Gowa Tinjau Lokasi Kebakaran RSUD Syekh Yusuf, Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
