Kementerian ESDM sendiri telah menegaskan posisi strategis bahan bakar nabati dalam memperkuat kemandirian energi, mengurangi ketergantungan terhadap impor, meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik serta mendukung transisi menuju target Net Zero Emission 2060.
Fenomena antrean BBM yang terjadi di Makassar pada September 2026 harus dilihat dalam dua perspektif. Dalam jangka pendek, pemerintah dan Pertamina perlu memastikan distribusi, stok di setiap SPBU, jumlah operator dan nozzle yang berfungsi serta mekanisme pelayanan berjalan efektif agar masyarakat tidak menjadi korban antrean berkepanjangan. Wali Kota Makassar bahkan telah meminta seluruh nozzle SPBU dioptimalkan sebagai salah satu langkah mengurai antrean.
Baca Juga : Pantau Antrean di SPBU, Sekda Jeneponto Imbau Warga Tak Panic Buying
Dalam jangka panjang, Indonesia membutuhkan perubahan lebih mendasar: mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mempercepat diversifikasi energi berbasis sumber daya nasional.
Pertanian Dapat Menjadi Salah Satu Jawabannya
Jika selama ini sawah, kebun dan lahan pertanian terutama dipandang sebagai sumber pangan, masa depan menuntut fungsi yang lebih luas. Pertanian dapat menjadi sumber pangan sekaligus sumber energi. Bahan bakar nabati yang dikembangkan secara berkelanjutan dapat menjadi jembatan menuju kemandirian energi sekaligus membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Baca Juga : Antrean Truk di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar Menambah Kemacetan
“Apa yang terjadi hari ini harus menjadi pelajaran untuk masa depan. Kita tidak boleh menunggu sampai persoalan energi menjadi semakin berat. Pengembangan bahan bakar nabati harus diperkuat dari sekarang melalui riset, inovasi, budidaya hingga hilirisasi. Ini bukan hanya persoalan energi hari ini, tetapi ikhtiar kita untuk menjamin keberlanjutan kehidupan anak cucu kita,” tutup Abdul Haris.
Antrean panjang di SPBU Makassar mungkin akan berlalu ketika distribusi kembali normal. Namun, pesan yang ditinggalkannya jauh lebih besar: ketahanan energi tidak cukup hanya dengan memastikan BBM tersedia hari ini, tetapi juga memastikan Indonesia memiliki sumber energi yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.***
Baca Juga : Klarifikasi Pengelola SPBU Lita Soal Video Viral Pengisian Solar Jerigen
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
