Logo Harian.news

HARIAN LIFESTYLE

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi Sejak Usia 20 Tahun

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 17 Mei 2026 16:59
Legenda Manchester United (MU), Eric Cantona (Foto: EPA/The Straits Times)
Legenda Manchester United (MU), Eric Cantona (Foto: EPA/The Straits Times)

Eric Cantona: Saya Masih Berjuang Melawan Iblis di Dalam Diri Sejak 20 Tahun

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Legenda sepak bola Prancis yang karismatik, Eric Cantona, akhirnya membuka tabir perjalanan panjang perjuangan mentalnya. Pria berusia 59 tahun itu mengakui telah menjalani psikoterapi sejak usia 20 tahun—dan hingga kini masih terus berjuang melawan apa yang ia sebut sebagai “iblis” dalam dirinya.

Baca Juga : Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Tayang di YouTube

Pengakuan mengejutkan ini terungkap dalam film dokumenter berjudul “Cantona”, salah satu dari dua dokumenter sepak bola yang tayang perdana di Festival Film Cannes 2026. Film berdurasi 115 menit karya sutradara Inggris, David Tryhorn dan Ben Nicholas, ini menghadirkan potret intim dan vulnerabel dari sosok yang dikenal sebagai salah satu karakter paling kompleks dalam sejarah sepak bola modern.

Terapi Panjang Selama 39 Tahun

Dalam wawancara eksklusif dengan AFP, Sabtu (16/5), Cantona tidak ragu berbagi pengalaman pribadinya. “Saya sudah menjalaninya dalam porsi yang banyak. Saya memulainya pada usia 20 tahun dan saya terus melanjutkannya di berbagai momen yang berbeda. Ini adalah sebuah dunia yang sangat menarik perhatian saya,” ungkapnya.

Baca Juga : Siapa Dandhy Laksono? Pembuat Film Pesta Babi yang Nobarnya Dibredel

Pengakuan ini mematahkan stereotip bahwa figur publik dan atlet elite selalu tampil sempurna tanpa celah. Cantona justru menunjukkan bahwa di balik reputasinya yang eksplosif dan karismatik, tersimpan perjuangan mental yang tak pernah berakhir.

“Saya terus-menerus mencoba mencari tahu siapa diri saya sebenarnya, dan itulah alasan mengapa saya melakukan yang terbaik untuk bertindak berdasarkan insting sebanyak mungkin. Tentu saja, ada kalanya keadaan menjadi sedikit tidak terkendali, tetapi itu adalah bagian dari kehidupan dan saya menerimanya,” jelas mantan striker yang kini berkarier sebagai aktor tersebut.

‘Api’ dan ‘Iblis’ yang Membentuk Karakter

Dalam dokumenter tersebut, Cantona berulang kali merujuk pada metafora “api” dan “iblis” yang bersemayam dalam dirinya. Dua kekuatan internal inilah yang menjadikannya sosok paradoks: di satu sisi mudah meledak dan kontroversial, di sisi lain mampu menciptakan momen-momen jenius yang mengubah jalannya pertandingan.

Rekan setimnya di Manchester United, David Beckham, dan mantan manajer legendaris Sir Alex Ferguson turut memberikan kesaksian dalam film ini. Kombinasi wawancara mendalam, arsip pertandingan ikonik, dan iringan musik memikat dari grup musik elektronik legendaris era 1990-an, Orbital, menciptakan pengalaman sinematik yang powerful.

Lima Tahun Emas di Old Trafford

Dokumenter ini berfokus pada periode emas Cantona selama lima tahun bersama Manchester United (1992-1997). Masa-masa itulah yang melambungkan namanya menjadi ikon sepak bola dunia, sekaligus periode penuh kontroversi.

Insiden paling terkenal adalah “kungfu kick” pada Januari 1995, ketika Cantona melancarkan tendangan spektakuler ke arah seorang suporter Crystal Palace setelah mendapat kartu merah. Insiden itu menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah Premier League dan mencoreng reputasinya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda