HARIAN.NEWS, JAKARTA – Selamat siang, pembaca setia harian.news! Pekan ini, sejumlah peristiwa penting dan menghebohkan menjadi sorotan publik.
Mulai dari tragedi kematian misterius anggota Polres Sinjai, Bripka Arham, yang diduga menenggak cairan pembersih mobil setelah dijemput BNNP, hingga ratusan SMA/SMK se-Sulsel yang belum terdaftar di PDSS sehingga mengancam partisipasi siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP ).
Baca Juga : Sekda Sinjai Jamin Tak Ada Pengurangan Peserta BPJS di Daerahnya
Tak ketinggalan, kasus korupsi pengadaan mesin ceklok di Dinas Pendidikan Sinjai yang turut menyeret nama Pj Bupati Sinjai, Andi Jefrianto Asapa.
Simak rangkuman lengkapnya berikut ini:
1. 141 SMA/SMK di Sulsel Belum Terdaftar di PDSS, Siswa Terancam Tak Bisa Ikut SNBP
Baca Juga : Menata Arah Kesehatan Sinjai, Sekda Dorong Layanan yang Lebih Responsif
Masalah serius menghantui dunia pendidikan di Sulawesi Selatan. Sebanyak 141 SMA/SMK negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel ternyata belum terdaftar dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa ( PDSS ).
Padahal, PDSS merupakan syarat utama bagi siswa untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP ) guna melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi ribuan siswa yang berpotensi kehilangan kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Baca Juga : Berganti Kanit, Kasat, hingga Kapolres, Kasus Korupsi Fingerprint Tetap Jalan di Tempat
Kepala Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP) menyatakan sedang berupaya menangani masalah ini, namun belum ada kejelasan kapan proses pendaftaran akan selesai.
2. Kematian Misterius Bripka Arham, Keluarga Tuntut Kejelasan
Kematian mendadak Bripka Arham, anggota Polres Sinjai, pada Senin (3/2/2025) masih menyisakan teka-teki.
Baca Juga : Wakapolres Sinjai Mohon Uluran Tangan Anggota DPR RI Andi Amar untuk Perbaikan Kantor Polres
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

