Logo Harian.news

Kemenkeu: Revisi Anggaran Harus Selesai Sebelum 14 Februari 2025

Pemerintah Hemat Rp306,69 Triliun, Ini 16 Item Dipangkas

Editor : Andi Awal Tjoheng Rabu, 29 Januari 2025 20:34
Ilustrasi Alat Tulis Kantor (ATK) yang turut dipangkas pembelanjaannya dari 16 item yang telah ditetapkan Kemenkeu || Imageby_harian.news
Ilustrasi Alat Tulis Kantor (ATK) yang turut dipangkas pembelanjaannya dari 16 item yang telah ditetapkan Kemenkeu || Imageby_harian.news
APERSI

8. Sewa Gedung, Kendaraan, dan Peralatan: Dikurangi sebesar 73,3 persen.

9. Lisensi Aplikasi: Mengalami pengurangan 21,6 persen.

Baca Juga : Aklamasi! Menlu Sugiono Jadi Ketum IPSI 2026-2030 Gantikan Prabowo

10. Jasa Konsultan: Dipotong hingga 45,7 persen.

11. Bantuan Pemerintah: Disesuaikan dengan prioritas, dipangkas sebesar 16,7 persen.

12. Pemeliharaan dan Perawatan Aset: Dipotong sebesar 10,2 persen.

Baca Juga : Pemerintah Sesuaikan Jadwal Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Seminggu

13. Perjalanan Dinas: Dikurangi sebesar 53,9 persen.

14. Peralatan dan Mesin: Dipangkas sebesar 28 persen.

15. Biaya Infrastruktur: Dikurangi sebesar 34,3 persen.

Baca Juga : Perkuat Poros Asia Timur, Presiden Prabowo Kunjungi Jepang dan Korea Selatan

16. Belanja Lainnya: Mengalami penghematan besar hingga 59,1 persen.

Komitmen Pemerintah dalam Efisiensi Anggaran

Kebijakan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam mengelola keuangan negara secara efisien dan akuntabel.

Baca Juga : Prabowo Tegaskan Lanjutkan Makan Bergizi Gratis: Dana dari Efisiensi!

Meskipun dilakukan penghematan besar-besaran, pemerintah memastikan bahwa program-program prioritas pembangunan nasional tetap berjalan tanpa pemborosan anggaran.

Sri Mulyani menekankan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Dengan penghematan ini, diharapkan setiap kementerian dan lembaga dapat lebih fokus pada program-program yang memiliki dampak signifikan terhadap pembangunan nasional.

“Kami berharap seluruh kementerian dan lembaga dapat segera menyesuaikan anggaran mereka sesuai dengan arahan ini. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat,” ujar Sri Mulyani.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berupaya menciptakan tata kelola keuangan yang lebih transparan dan efektif, sekaligus memastikan bahwa pembangunan nasional tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda