HARIAN.NEWS, JAKARTA – Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-O/UNIFIL akhirnya kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi setelah lebih dari setahun bertugas di perairan Lebanon.
Di bawah panji Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mereka tidak hanya berhasil menjalankan misi perdamaian tetapi juga menghadapi berbagai tantangan luar biasa di tengah eskalasi ketegangan regional.
Baca Juga : TNI Siapkan 514 Batalyon Teritorial di Setiap Kabupaten
Upacara penyambutan yang digelar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (14/2/2025), menjadi saksi bisu atas pengorbanan besar para prajurit ini.
Sebanyak 120 personel tiba dengan selamat, membawa serta cerita-cerita heroik yang akan terukir dalam sejarah diplomasi dan kontribusi Indonesia untuk dunia.
Berlayar di Tengah Badai Ketegangan
Baca Juga : Gugur di Misi PBB Lebanon, 3 Prajurit TNI Dipulangkan ke RI
Misi Satgas MTF kali ini bukanlah tugas yang mudah. Komandan Satgas, Letkol Laut (P) Wirasetyo Haprabu, menceritakan bagaimana situasi di wilayah operasi semakin memanas pada September 2024, ketika Israel meningkatkan serangan udara dan darat ke Lebanon.
Aktivitas drone serta pesawat tempur Israel menjadi pemandangan rutin di langit perairan tersebut.
“Ada beberapa insiden di mana pesawat tempur Israel terbang rendah dan bahkan mengitari KRI Diponegoro-365,” ungkap Haprabu.
Baca Juga : Anggota DPR RI Deng Ical Kecam Serangan Israel Tewaskan Prajurit TNI: Negara Harus Hadir
“Namun, kami tetap tenang dan fokus pada netralitas. Kami hanya memantau, melaporkan, dan tidak melakukan tindakan provokatif.”
Situasi ini menuntut tingkat profesionalisme dan kesabaran tinggi. Meskipun kapal-kapal Israel tidak memasuki area operasi Satgas MTF, keberadaan mereka yang begitu dekat menciptakan atmosfer tegang.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

