Presiden Soeharto mengundurkan diri, dan B.J. Habibie, yang sebelumnya menjabat sebagai Wapres, naik menjadi Presiden ke-3.
Peran Try Sutrisno, sebagai Wakil Presiden yang baru saja selesai masa jabatannya, sangat penting dalam konteks ini. Sebagai mantan Panglima ABRI, kehadirannya memberikan legitimasi dan stabilitas pada proses transisi tersebut. Para elite militer, yang notabene pernah berada di bawah komandonya, kemungkinan besar memberikan dukungan terhadap skenario pergantian kepemimpinan yang diatur secara internal ini.
Baca Juga : Profil Try Sutrisno: Dari Komandan Peleton hingga Wapres ke-6 RI yang Kini Berpulang
Tujuan dari transisi ini, seperti yang diharapkan oleh para elite, adalah untuk memastikan bahwa Indonesia tetap stabil setelah Soeharto pergi .Meskipun perannya sebagai Wapres sering diasosiasikan dengan figur yang pasif, beberapa sumber menunjukkan bahwa ia memiliki pandangan yang lebih terbuka.
Misalnya, pada tahun 1992, ia dan para elite lainnya merespons positif terhadap berbagai proposal untuk reformasi politik..
Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya statis, tetapi juga responsif terhadap perubahan zaman. Namun, dampak nyata dari ide-ide tersebut mungkin belum sempat terwujud karena rezim segera runtuh. Setelah masa jabatannya berakhir pada tahun 1998, ia digantikan oleh B.J. Habibie, yang kemudian dilantik sebagai Presiden.
Baca Juga : Mutasi Letjen TNI Kunto Dibatalkan Loyalitas TNI Dipertanyakan
Dengan demikian, warisan politiknya lebih bersifat historis: ia adalah aktor kunci dalam transisi kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru, dan kemudian menjadi bagian dari transisi dari Orde Baru ke era Reformasi, meskipun ia tidak menjadi bagian dari pemerintahan Reformasi itu sendiri.
Perjalanannya dari Panglima ABRI menjadi Wapres adalah contoh sempurna dari bagaimana militer Indonesia pada masa itu menjadi tulang punggung kekuasaan sipil, sebuah fenomena yang menjadi ciri khas Orde Baru.
Warisan Abadi: Visi Edukasi dan Nilai-Nilai Keluarga
Jika jejak karier militer dan politik Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno mencerminkan dinamika Orde Baru, maka warisannya yang paling berkelanjutan dan bernilai justru terletak di luar ranah jabatan publik.
Kontribusinya yang paling abadi termanifestasi dalam bidang pendidikan dan sebagai teladan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan kepada generasi keluarganya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

