يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Baca Juga : 7 Makanan Sehat Saat Puasa, Coba Yuk!
Dalam kesempatan khutbah kali ini, khatib hendak mengulas tentang betapa tinggi, mulia dan bermartabatnya kedudukan ibu dalam ajaran Islam.
Sejarah tidak mengenal agama atau sistem kehidupan yang menghormati perempuan sebagai ibu dan menempatkannya dalam posisi yang sedemikian tinggi sebagaimana Islam.
Baca Juga: Geger Perempuan Tak Bergerak saat Nonton Film Pengabdi Setan
Baca Juga : Nisfu Syaban, Malam Penuh Berkah dengan Banyak Sebutan
Tingginya kedudukan ibu dalam Islam bisa dilihat dari hal-hal berikut:
Islam telah menegaskan wasiat tentang ibu, dan menjadikan wasiat tentang ibu itu mengiringi wasiat untuk mentauhidkan Allah dan beribadah kepada-Nya. Padahal mentauhidkan Allah dan beribadah hanya keapda-Nya adalah tujuan utama diciptakannya jin dan manusia di dunia ini.
Ini berarti kedudukan berbakti kepada orang tua berada pada level kedua urgensinya di dalam ajaran Islam setelah tuntunan untuk mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Baca Juga : Puasa Nisfu Syaban 2025: Waktu, Niat, dan Tata Caranya
Baca Juga: 4 Tahun Terakhir, Populasi Perkawinan Anak Dibawah Umur Masih Tinggi di Kabupaten Ini
Islam menjadikan berbakti kepada ibu sebagai salah satu prinsip kebajikan yang sangat utama. berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu, merupakan salah satu amal yang paling agung dan utama untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Baca Juga : Hidup Sehat ala Rasulullah SAW, Solusi Sederhana dan Terjangkau
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
