”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.
Al-Isra’: 23
Allah Ta’ala berfirman,
Baca Juga : 7 Makanan Sehat Saat Puasa, Coba Yuk!
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
Keutamaan Ibu Dalam Hadits
Baca Juga : Nisfu Syaban, Malam Penuh Berkah dengan Banyak Sebutan
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Rasulullah SAW memberikan perhatian besar tentang persoalan tingginya posisi seorang ibu dalam ajaran Islam. Banyak hadits yang menjelaskan tentang bagaimana seharusnya sikap anak terhadap orang tua terutama ibunya karena ibu memiliki keutamaan lebih dibanding ayah.
Di antara hadits -hadits tersebut di antaranya:
Hadits Abu Hurairah radhiallahu’ahu
Baca Juga : Puasa Nisfu Syaban 2025: Waktu, Niat, dan Tata Caranya
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
