Sebagian sahabat berkata,
ترك الدعاء للوالدين يضيق العيش على الولد
Baca Juga : 7 Makanan Sehat Saat Puasa, Coba Yuk!
”Meninggalkan berdoa untuk kedua orang tua akan menyebabkan kehidupan seorang anak menjadi sempit.”
Dari Abu Hazim (Salamah bin Dinar rahimahullah, tokoh ulama tabi’in) berkata, ”Abu Hurairah tidak pergi untuk berhaji sampai ibunya meninggal dunia (untuk menjaga ibunya yang sudah tua, pent). ” dan Al-Hasan Al-Bashri (ulama Tabi’in) ditanya tentang birrul walidain (berbakti kepada orang tua) maka dia menjawab,
أن تبذل لهما ماملكت , وتطيعهما مالم تكن معصية
Baca Juga : Nisfu Syaban, Malam Penuh Berkah dengan Banyak Sebutan
”Kamu curahkan untuk mereka apa yang kamu miliki dan kamu taati mereka selama bukan maksiat.”
Atha’ bin Abi Rabah (ulama Tabi’in) ditanya oleh seseorang bahwa ada seorang lelaki yang ibunya telah bersumpah atas dirinya agar dia tidak shalat kecuali hanya shalat fardhu saja dan tidak puasa kecuali hanya puasa di bulan Ramadhan? Lantas Atha’ menjawab, ”Dia taati ibunya.”
Baca Juga: Yakin PSM Juara AFC 2022, TP Ingatkan Fokus dan Kerja Keras
Baca Juga : Puasa Nisfu Syaban 2025: Waktu, Niat, dan Tata Caranya
Muhammad bin Sirin rahimahullah (seorang ulama Tabi’in terkemuka) mengatakan, di masa pemerintahan Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, harga satu pohon kurma mencapai seribu dirham. Meskipun demikian, Usamah bin Zaid membeli sebatang pohon kurma lalu memotong dan mengambil jamarnya (bagian batang kurma yang berwarna putih yang berada di jantung pohon kurma).
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
