Logo Harian.news

Viral, Beredar Video Perundungan Diduga Antarsiswa SMP di Kabupaten Gowa

Editor : Rasdianah Kamis, 29 Agustus 2024 19:14
Tangkapan layar video perundungan yang diduga terjadi di salah satu SMP di Kabupaten Gowa.
Tangkapan layar video perundungan yang diduga terjadi di salah satu SMP di Kabupaten Gowa.
APERSI

HARIAN.NEWS, GOWA – Beredar video perundungan yang diduga antar siswa SMP 3 Sungguminasa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (28/8/2024).

Video perundungan ini pun viral di grup WhatsApp dan media sosial.

Baca Juga : Berantas Bullying di Kalangan Pelajar,  FISIP Unhas Gelar Workshop Anti Perundungan

Video berdurasi 34 detik itu memperlihatkan seorang siswa laki-laki dihajar oleh siswa lainnya di dalam kelas.

Ironinya, beberapa siswa lainnya hanya menonton insiden perundungan itu dan tidak melerai.

Plt Kasi Humas Polres Gowa, Ipda Udin Sibadu, membenarkan adanya video perundungan viral tersebut.

Baca Juga : Juga ke Pelaku, Dampak Negatif Bullying tak Hanya kepada Korban

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi dua pekan lalu dan telah diselesaikan secara internal oleh pihak sekolah.

“Iya, itu kejadiannya sudah dua pekan lalu dan sudah didamaikan oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Kata dia, tidak ada laporan resmi yang masuk ke Polres terkait kejadian ini.

Baca Juga : Danny Pomanto Sesalkan Respons Kepsek SMPN 4 Makassar Soal Perundungan Siswa Difabel di Lingkup Sekolah

Sebab lanjut dia, semuanya telah diselesaikan secara internal oleh pihak sekolah, termasuk oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Ia menambahkan bahwa dalam kasus seperti ini, pihak sekolah bertanggungjawab memberikan bimbingan kepada siswa dan menangani permasalahan terjadi di lingkungan sekolah.

Selain itu, sekolah juga berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk memberikan penyuluhan guna mencegah terjadinya tindakan yang merugikan siswa.

Baca Juga : Tega! Siswa SMPN 4 Makassar Bully Temannya yang Difabel hingga Tendang Kepala, Pihak Sekolah Malah Abai

“Jadi terkait hal begini, guru memberikan bimbingan kepada para siswa di sekolahnya, kemudian juga dengan bantuan aparat kepolisian. Sekolah memberikan pendidikan penyuluhan untuk menghindari kegiatan merugikan siswa itu sendiri,” ucapnya.

Ipda Udin membeberkan kejadian tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antar siswa, dan pihak sekolah telah menyelesaikan permasalahan ini.

“Itu untuk sementara pihak sekolah yang menyelesaikan, biasa yang begitu kalau anak-anak masalah kesalahpahaman,” tuturnya.

Penulis: Bagoes

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda